Imigrasi Kendari Gagalkan Upaya Penyelundupan 7 WN Tiongkok ke Australia


Kendari – Pintu gerbang Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali disusupi sindikat pelarian warga negara asing (WNA) ilegal.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menggagalkan dugaan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) berskala internasional.
Sebanyak 7 WNA asal Tiongkok diamankan karena nekat hendak diselundupkan menuju Australia.
Operasi senyap penyergapan WNA ini merupakan buah dari pertukaran informasi akurat antara Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dengan pihak Imigrasi terkait adanya aktivitas orang asing mencurigakan di dalam Kota Kendari.
Mendapat laporan tersebut, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Kendari langsung melakukan penyisiran.
Hasilnya, ketujuh WNA tersebut berhasil diringkus tanpa perlawanan di beberapa titik terpisah di Kota Kendari pada tanggal 9 Juni 2026.
Adapun WNA tersebut berinisial CS, GJ, HM, YQ, CW, ZC, dan WS. Sementara operandi kelompok ini terbilang nekat, berdasarkan pelacakan isi alat komunikasi (smartphone), komplotan ini berencana kabur menyeberang ke Australia secara diam-diam tanpa melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) resmi.
Saat diperiksa, paspor dan izin tinggal mereka terbukti sudah kedaluwarsa alias overstay.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap ketujuh warga negara Tiongkok tersebut serta pemeriksaan alat komunikasi, ditemukan adanya indikasi para WNA ini rencananya akan diberangkatkan ke Australia,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Muhammad Novrian Jaya, dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Akibat ulah mereka yang dengan sengaja menabrak kedaulatan hukum Indonesia, Imigrasi Kendari tidak memberikan ampun.
Ketujuh warga Tiongkok tersebut langsung dijebloskan ke ruang detensi Kantor Imigrasi Kendari guna menjalani pemeriksaan intensif.
Tak hanya sekadar dipenjara sementara, mereka juga diganjar Tindak Pidana Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan masuk wilayah Indonesia selama lima tahun penuh.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sultra, Ganda Samosir, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas lintas instansi.
Menurutnya, keberhasilan memutus rantai penyelundupan manusia ini tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi yang trengginas antara jajaran Imigrasi dan Korps Bhayangkara.
"Menjaga kedaulatan negara tidak dapat dilakukan secara sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas instansi, baik dengan Kepolisian maupun pihak terkait lainnya, sehingga setiap potensi pelanggaran dapat ditindak secara cepat dan tepat,” pungkas Ganda.
Pihak Imigrasi Sultra memastikan akan terus memperketat mata rantai pengawasan orang asing demi menjaga keamanan wilayah Bumi Anoa.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaAbsensi Face ID Efektif Dongkrak Kinerja ASN, Anggaran TPP Dialihkan ke Pembangunan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







