Inflasi Sulawesi Tenggara Mei 2026 Tembus 4,07 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Sultranesia
1 Min Baca
Inflasi Sulawesi Tenggara Mei 2026 Tembus 4,07 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional
Ilustrasi inflasi. Foto: Dok. Vecteezy.com/Imajiku Stock.

Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 4,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,14. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,08 persen.

Dalam rilis resminya, BPS menyebutkan inflasi di Sultra terjadi di hampir seluruh wilayah pemantauan.

Kota Baubau mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,11 persen dengan IHK 114,15, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Konawe sebesar 2,59 persen dengan IHK 112,65.

Kenaikan inflasi ini dipicu oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 5,38 persen, diikuti transportasi 5,02 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami lonjakan tertinggi sebesar 8,74 persen.

Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan antara lain perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,39 persen, perlengkapan rumah tangga 2,17 persen, pendidikan 4,03 persen, hingga penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,12 persen.

Beberapa kelompok masih mencatat kenaikan tipis seperti kesehatan 0,25 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,98 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 1,79 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

Secara bulanan, Sultra juga mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,92 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 3,22 persen.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaResahkan Warga, Polantas Kendari Tindak Truk Material Bandel
Bagikan:

Baca Juga