Ini Lima Penyakit yang Paling Banyak Dikeluhkan Warga Kota Kendari


Kendari - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat ada lima macam penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat Kota Lulo sejak beberapa tahun belakangan ini.
Kelima penyakit tersebut ada yang menular, ada pula yang tidak. Dari catatab Dinkes, ada lima penyakit yang paling dominan.
Pertama adalah Hipertensi berjumlah 1543, ISPA bukan Pneumonia berjumlah 867, Influenza berjumlah 347, Diare berjumlah 193, dan yang terakhir Diabetes Militus dengan jumlah 163 kasus.
"5 penyakit ini hasil laporan teman - teman dari puskesmas yang sesuai dengan jenis keluhan atau konseling antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang berkunjung ke pelayan kesehatan dalam hal ini puskesmas," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfi saat ditemui di ruangnya pada Kamis, 1 Agustus 2024
Elfi menjelaskan, penyakit dengan angka tertinggi yakni Hipertensi disebabkan karena usia, aktivitas merokok, pola hidup yang kurang baik, konsumsi makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang sudah berkurang, istrahat yang kurang bagus, dan tingkat stres yang tinggi.
"Itu yang menjadi pemicu, jadi kalau kita mau terhindar dari penyakit pesan saya buat masyarakat ya harus bahagia," terang Elfi.
Lebih lanjut, Elfi menyebutkan usia yang kerap diserang oleh penyakit nomor satu itu adalah usia produktif 18 - 45 tahun dikarenakan malas pusing terhadap penyakit dialami dari pada usia lansia yang lebih patuh melakukan pengobatan.
"Karena usia produktif mampu beradaptasi dengan naiknya tekanan darah dalam tubuhnya, tapi kalau lansia lebih memiliki kesadaran untuk rutin berobat, makanya usia produktif lebih banyak diserang penyakit Hipertensi," jelasnya
Olehnya itu, ia mengingatkan masyarakat, bahwa ketika terkena penyakit Hipertensi disarankan mengonsumsi obat - obat Hipertensi secara rutin sesuai anjuran dokter.
"Agar organ-organ lain yang ada di dalam tubuh kita tidak terganggu akibat meningkatnya tekanan darah itu yang harus kita jaga," pungkasnya.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaDikbud Sultra dan Ratusan Siswa SMA SMK Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







