Institut Timurnesia: Film Pesta Babi Menyesatkan dan Provokatif


Kendari - Institute Timurnesia mengkritik keras film dokumenter Pesta Babi yang belakangan ramai diperbincangkan publik karena mengangkat isu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Lembaga itu menilai film tersebut tidak memberikan gambaran utuh dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Direktur Eksekutif Timurnesia, La Ode Rahmat Apiti, mengatakan kritik terhadap proyek pemerintah sah dilakukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, menurutnya, kritik yang disampaikan dalam film tersebut justru cenderung provokatif dan tidak menawarkan solusi konkret.
"Film dokumenter Pesta Babi yang mengkritisi proyek PSN di Papua bagi kami adalah bagian dari kritik sosial. Tapi kritik itu menjadi provokatif jika tidak disertai solusi yang jelas dan konstruktif," kata Rahmat dalam rilis yang diterima media ini, Minggu (24/5).
Ia menilai narasi yang dibangun dalam film tersebut terlalu agitatis sehingga dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
"Kalau tidak ditelaah secara kritis, film propaganda seperti itu bisa menyesatkan bahkan memicu konflik sosial," ujarnya.
Rahmat juga menyoroti penggambaran kondisi Papua dalam film tersebut yang dinilai terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan situasi di lapangan, khususnya di Papua Selatan.
"Kalau menonton film itu seolah-olah Papua akan kiamat. Faktanya, masyarakat Papua Selatan tidak seantagonis itu dalam menyikapi Proyek Strategis Nasional," katanya.
Menurutnya, pembangunan PSN di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.
"PSN bukan untuk menindas masyarakat Papua, tetapi program pembangunan. Memang hasilnya belum maksimal karena proyek baru berjalan, tetapi manfaat jangka panjangnya akan dirasakan masyarakat Papua dan rakyat Indonesia secara umum," jelasnya.
Rahmat mengatakan perbedaan cara pandang terhadap pembangunan di Papua perlu dipahami secara proporsional. Ia juga mempertanyakan pihak-pihak di luar Papua yang dinilai terlalu keras menolak proyek tersebut.
"Ketika ada pembangunan di Papua lalu ada pihak luar yang tidak senang, patut dipertanyakan. Jangan sampai ada yang memang tidak ingin masyarakat Papua sejahtera," ucapnya.
Ia mengklaim sebagian masyarakat Papua Selatan justru menerima keberadaan proyek tersebut karena dinilai membawa dampak positif, termasuk pembangunan fasilitas umum yang dapat digunakan masyarakat.
Selain itu, Rahmat menduga ada kepentingan lain di balik produksi film dokumenter tersebut, terutama karena proyek PSN melibatkan perusahaan milik pengusaha nasional Haji Isam melalui Jhonlin Group.
"Sepertinya ada pihak lain yang menumpangi pembuatan film ini karena tidak senang proyek tersebut dikerjakan pengusaha pribumi. Akhirnya berbagai narasi dikembangkan untuk menyudutkan korporasi itu," katanya.
Sebagai contoh, Rahmat menyinggung keberadaan Jhonlin Group di Bombana, Sulawesi Tenggara, yang menurutnya telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
"Jalan yang dibangun dinikmati masyarakat, pelabuhan yang dibangun juga dimanfaatkan masyarakat untuk bongkar muat dan menjual hasil bumi," tutupnya.
Editor: Redaksi
Berita Berikutnya5 Daerah Penghasil Padi Terbesar di Sultra, Konawe Masih Jadi Lumbung Utama
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







