Kades Lelewawo Kolut Dilapor ke Polda Sultra Dugaan Korupsi Dana CSR Tambang


Kendari - Kepala Desa (Kades) Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan tindak pidana korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang.
Laporan tersebut dilayangkan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra pada Rabu, 11 Maret 2026.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan laporan itu berkaitan dengan realisasi dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disalurkan PT Tambang Mineral Maju (TMM) kepada Forum Komunikasi CSR Desa Lelewawo.
Menurutnya, dana yang disalurkan perusahaan tambang tersebut mencapai Rp 985.500.000.
“Kami sudah mengantongi bukti realisasi dana PPM dari PT Tambang Mineral Maju yang diberikan kepada Forum Komunikasi CSR Desa Lelewawo sebesar Rp985 juta,” kata Hendro kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sekitar 60 persen dari anggaran tersebut diklaim digunakan untuk pembangunan masjid di Desa Lelewawo. Namun berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan, pembangunan masjid yang dimaksud tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
“Sebesar 60 persen anggaran itu diklaim digunakan untuk pembangunan masjid oleh kepala desa. Tetapi saat kami melakukan pantauan, kondisi masjid di sana terlihat tidak mengalami perubahan berarti,” ujarnya.
Hendro juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan Kepala Desa Lelewawo berinisial RSMN, dana Rp 985 juta tersebut merupakan pencairan tahap kedua.
Dengan demikian, kata dia, sebelumnya telah ada pencairan dana tahap pertama untuk program yang sama.
“Pengakuan dari kepala desa menyebutkan dana Rp 985 juta itu adalah pencairan tahap kedua. Artinya sebelumnya sudah ada pencairan tahap pertama. Namun faktanya pembangunan masjid yang diklaim sebagai target penggunaan dana itu tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan,” jelasnya.
Ia menilai, jika pembangunan masjid benar menjadi prioritas penggunaan dana PPM pada dua tahap pencairan tersebut, seharusnya hasil pembangunan sudah terlihat jelas di lapangan.
Menurutnya, nilai dana yang dikucurkan perusahaan tambang cukup besar sehingga seharusnya mampu menghasilkan progres pembangunan yang nyata.
“Kalau sudah dua kali pencairan, misalnya totalnya sekitar Rp 1,5 miliar, masa pembangunan masjidnya masih seperti itu. Seharusnya sudah ada perkembangan signifikan karena anggarannya besar,” katanya.
Atas dasar itu, Ampuh Sultra meminta Polda Sultra segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyaluran dan penggunaan dana PPM dari PT TMM kepada Forum Komunikasi CSR Desa Lelewawo.
Hendro menduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan anggaran tersebut.
“Kami meminta Polda Sultra mengusut tuntas penyaluran dan penggunaan dana PPM dari PT TMM kepada Forum Komunikasi CSR Desa Lelewawo. Penanggung jawabnya harus diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lelewawo, RSMN, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak redaksi Sultranesia.com hingga berita ini diterbitkan.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaTunjangan Profesi, THR dan Gaji ke-13 Guru di Sultra Mulai Dicairkan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







