Kajari Konawe Ditangkap Tim PAM SDO Kejati Sultra, Diduga Salahgunakan Wewenang


Kendari - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Fachrizal, ditangkap Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan penyalahgunaan wewenang.
Penangkapan terhadap Fachrizal dilakukan pada Senin (5/10/2026) pagi. Setelah diamankan, Fachrizal dibawa ke Kantor Kejati Sultra untuk menjalani pemeriksaan.
Fachrizal kemudian diterbangkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin sore untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.
Kepala Kejati Sultra Sugeng Rianta membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, saat pertama kali dikonfirmasi, Sugeng enggan mengungkap identitas pejabat kejaksaan yang diamankan.
"Sorenya kami bawa ke Kejagung untuk proses pemeriksaan dan pengamanan lebih lanjut, mengingat yang bersangkutan menduduki jabatan administrator," kata Sugeng, Selasa (6/10/2026).
Menurut Sugeng, tindakan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan perbuatan tercela yang dilakukan pejabat bersangkutan.
"Atas informasi masyarakat, kita mengetahui perbuatan tercela, perbuatan penyalahgunaan wewenang. Untuk lebih detailnya, silakan konfirmasi ke Kejagung," ujarnya.
Pasca-penangkapan dan pemeriksaan tersebut, Fachrizal dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kajari Konawe untuk menjalani proses pemeriksaan etik di Kejaksaan Agung.
Kejati Sultra kemudian menunjuk Hijran Safar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kajari Konawe.
Hijran Safar diketahui menjabat sebagai Koordinator pada Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sultra. Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan Kejari Konawe tetap berjalan selama Fachrizal menjalani pemeriksaan.
"(Plh) Hijran Safar, jaksa madya, Koordinator pada Aspidum Kejati Sultra," kata sumber yang dikutip dari kendarihariini.com, Selasa (6/10/2026).
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaJaelani Lantik Pengurus DPC PKB Kendari, Target 2029 Dimulai dari Penguatan Basis
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







