Kapolda Sulawesi Tenggara Minta Bandar Narkoba Dihukum Mati


Kendari - Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, meminta bandar narkoba yang tertangkap bisa dihukum mati.
Permintaan itu disampaikan Irjen Didik saat hadir dalam pemusnahan barang bukti dan deklarasi anti-narkoba di Kantor BNNP Sultra pada Selasa (15/7).
"Kami berharap para pelaku bandar itu bisa dihukum mati, karena mereka telah merusak masa depan anak-anak bangsa," kata Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.
Irjen Didik bilang, pemberian hukuman maksimal, seperti hukuman mati kepada para pelaku kejahatan narkoba merupakan komitmen bersama dalam rangka perang melawan narkotika.
Untuk itu, lanjut Didik, keseriusan semua pihak sangat diperlukan, sebagai efek jera kepada para pelakunya
"Karena narkotika ini merupakan serious crime dan extraordinary crime, musuh masyarakat dan musuh negara, musuh bersama," tegasnya.
Vonis mati yang dijatuhkan kepada para pelaku atau pengedar narkoba, tegas Didik dapat memberikan efek jera, agar peredaran gelap narkotika di Sultra dapat ditekan secara maksimal.
Diketehui, berdasarkan data Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani bersama jajaran selama periode Januari hingga Juni 2025 sebanyak 259 kasus dengan rincian barang bukti untuk sabu sebanyak 25.421,40 gram, ganja 350 gram, extacy sebanyak 99 butir dan tembakau gorila sebanyak 803,88 gram.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaSempat Hilang, Pria Lansia di Kolaka Utara Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







