Kartu Kredit Warga Makassar Dibobol, Pelaku Balanjakan Emas-iPhone Rp 341 Juta di Kendari

Sultranesia
2 Min Baca
Kartu Kredit Warga Makassar Dibobol, Pelaku Balanjakan Emas-iPhone Rp 341 Juta di Kendari
Terduga pelaku pembobol kartu kredit warga Makassar sedang berbelanja di Kota Kendari. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Seorang pria asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial FR (32), mengaku mengalami kerugian hingga Rp 341.958.000 setelah empat kartu kredit miliknya diduga dibobol dan digunakan orang tak dikenal (OTK) untuk bertransaksi di dua toko di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Korban mengatakan seluruh kartu kredit tersebut masih berada dalam penguasaannya hingga Jumat (10/7).

Namun, ia menduga kartu-kartu itu sempat tercecer saat berada di salah satu pusat perbelanjaan di Makassar. Keesokan harinya, Sabtu (11/7), ia menerima notifikasi transaksi bernilai besar dari keempat kartu kredit tersebut.

"Seluruh kartu masih saya pegang di Kota Makassar sampai dengan tanggal 10 Juli 2026. Lokasi kemungkinan tercecer yaitu di Marugame Udon Mall Ratu Indah Makassar. Besoknya kartu berhasil digunakan pelaku di Kota Kendari," ujar FR melalui sambungan WhatsApp seperti dilansir dari Kendariinfo.

Berdasarkan data transaksi yang dimiliki korban, dua kartu kredit Bank Mandiri digunakan di Toko Emas Inti Jaya dengan nilai transaksi masing-masing Rp 198 juta dan Rp 20,4 juta.

Selain itu, kartu kredit Bank DBS juga dipakai bertransaksi senilai Rp 70 juta di toko emas yang sama. Sementara kartu kredit Bank UOB digunakan berbelanja satu unit iPhone 17 Pro Max di Aneka Jaya 1 senilai Rp 53.558.000. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 341.958.000.

FR menduga aksi tersebut telah direncanakan secara matang. Menurutnya, pelaku diduga mengetahui limit setiap kartu kredit sehingga mampu melakukan transaksi dalam jumlah besar menggunakan empat kartu yang berbeda.

"Asumsi saya pelaku kemungkinan sudah niat dan terstruktur. Pelaku sampai berhasil mengetahui nominal limit salah satu kartu kredit Bank Mandiri. Bahkan ada percobaan transaksi awal sebesar Rp 280 juta, namun gagal karena limit tidak mencukupi akibat adanya tagihan yang masih berjalan," ungkapnya.

Korban juga menduga PIN seluruh kartu kredit miliknya telah diketahui pelaku. Ia menduga hal itu terjadi melalui praktik skimming. Dugaan tersebut muncul setelah sebelumnya terdapat sejumlah transaksi bernilai Rp 0 yang dilakukan berulang kali pada salah satu kartu kredit Bank Mandiri miliknya. Meski begitu, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

FR mengaku telah menghubungi dua toko yang menjadi lokasi transaksi. Menurutnya, pihak Aneka Jaya 1 bersikap kooperatif dengan memberikan foto nota transaksi, resi kartu kredit, serta rekaman CCTV. Sementara itu, Toko Emas Inti Jaya disebut tidak memberikan data yang diminta.

"Toko Aneka Jaya 1 bersikap kooperatif dan membantu memberikan foto nota transaksi, resi kartu kredit, serta rekaman CCTV. Sementara Toko Emas Inti Jaya tidak mau membantu dan cenderung bersikap defensif. Dugaan saya mereka melindungi pelaku, dan itu ada rekaman percakapan melalui telepon," katanya.

Dalam rekaman CCTV yang diterima, terduga pelaku tampak mengenakan kemeja batik berwarna biru bermotif bunga dan mengenakan masker.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar pada Minggu (12/7). Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengecek laporan tersebut.

"Nanti dicek dulu di Satreskrim," singkatnya.

Di sisi lain, sejumlah awak media juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada pemilik Toko Emas Inti Jaya di Kelurahan Dapudapura, Kecamatan Kendari Barat. Namun, yang bersangkutan menolak memberikan keterangan untuk dikutip dalam pemberitaan.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaWali Kota Kendari Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Forum Asia-Pacific Mayors Academy
Bagikan:

Baca Juga