Kasasi Dikabulkan MA, Sekda Kendari Batal Bebas, Divonis 1 Tahun Penjara


Kendari - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang vonis bebas yang diputuskan oleh Pengadilan Tipikor Kendari terhadap Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala dalam kasus korupsi PT Midi Utama Indonesia (MUI).
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dodi, membenarkan hal itu. Dodi bilang pihaknya sudah menerima salinan putusan tersebut.
"Ya, jaksa sudah terima putusannya. Pelaksanaan eksekusinya di Kendari," singkat Dodi dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/10).
Diketahui, Mejelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kendari menvonis bebas Risdansyah Taridala dalam perkara korupsi tersebut.
Pasca vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi. Mahkamah Agung kemudian mengabulkan permohonan itu dan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaaan subsidair.
MA lalu menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ridwansyah oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan
Keputusan itu diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada Selasa, 1 Oktober 2024 oleh Dr Desnayeti M Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr Agustinus Purnomo Hadi, Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung, dan Yohanes Priyana, Hakim Agung sebagai Hakim-hakim anggota.
Putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis yang dihadiri hakim-hakim anggota serta Ayumi Susriani sebagai panitera pengganti dengan tidak dihadiri oleh penuntut umum dan terdakwa.
Untuk diketahui, meski MA mengabulkan kasasi JPU, vonis yang dijatuhkan MA kepada Ridwansyah jauh dari tuntutan JPU saat awal membacakan tuntutannya. Di mana saat itu, JPU menuntut Ridwansyah dengan hukuman empat tahun enam bulan.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSederet Artis Papan Atas Ajak Warga Sultra Wujudkan Pilkada Aman-Kondusif
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







