Kasus Penipuan Oknum Brimob Menguak, Propam dan Krimum Turun Tangan


Kendari - Dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret nama seorang oknum anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai terbuka ke permukaan. Terlapor berinisial Bripda MR kini resmi berhadapan dengan proses hukum setelah laporan korban ditangani langsung oleh dua institusi internal kepolisian: Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.
Kasus ini mencuat setelah korban, melalui kuasa hukumnya Muhammad Enrico Emhas Tunah bersama Suratman, melayangkan laporan resmi ke Polda Sultra pada Rabu (28/1/2026). Laporan tersebut menyoroti dugaan penipuan bermodus investasi yang diduga dilakukan oleh Bripda MR, personel aktif Brimob Polda Sultra.
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula pada Selasa, 2 Desember 2025, saat terlapor menawarkan skema investasi dengan iming-iming keuntungan tertentu. Beberapa hari setelah penawaran tersebut, korban menyerahkan sejumlah uang sebagai bentuk partisipasi. Namun, janji keuntungan tak pernah terealisasi dan dana yang diserahkan tak kunjung dikembalikan.
Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan, korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polda Sultra.
Menanggapi laporan yang sempat viral di media sosial itu, Kepala Bidang Humas Polda Sultra melalui Paur Mitra Subbid Penmas Bid Humas Polda Sultra Ipda Hasrun membenarkan adanya penanganan kasus yang melibatkan oknum anggota Polri.
“Saat ini Bid Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi terkait dengan pelaporan tersebut,” ungkapnya, Senin (2/2).
Ipda Hasrun menjelaskan, selain proses etik yang ditangani Propam, laporan pidana juga telah masuk dalam agenda Ditreskrimum Polda Sultra. Tahapan klarifikasi terhadap para pihak kini tengah berjalan.
“Terkait dengan laporan pidananya, saat ini Ditreskrimum mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak pelapor, saksi dan terlapor untuk klarifikasi.”
Polda Sultra menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang toleransi bagi anggota yang terbukti melanggar hukum dan kode etik profesi Polri.
“Dalam rangka penegakkan kode etik profesi polri dan pidana, terhadap anggota tersebut akan diberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah,” pungkas Ipda Hasrun.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan Polda Sultra memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPria di Kendari Gadaikan Motor Teman Demi Dugem di Club Malam
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







