Kasus Tewasnya Tukang Becak di Kendari, Polisi Olah TKP Cari Fakta Baru


Kendari - Polsek Kemaraya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya tukang becak bernama Alimun (27).
Olah TKP dilakukan di Jalan Pembangunan, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari pada Rabu (12/10).
Olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemaraya, IPTU Marvi Oksiriana Cakti didampingi sejumlah anggotanya yang ikut menangani kasus penganiayaan yang berakhir dengan meninggalnya korban Alimun pada Selasa (11/10) malam lalu.
Kepada wartawan, Marvi menyebut, olah TKP dilakukan untuk menemukan sejumlah fakta baru guna mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
"Hari ini kami lakukan oleh TKP untuk mencari petunjuk baru dalam kasus ini," kata Marvi.
Polisi juga meminta keterangan kepada warga setempat. Rata-rata warga yang berada di TKP hanya mendengar suara terikan saat peristiwa itu berlangsung. Diduga, suara itu adalah teriakan korban yang berusaha meminta tolong, tetapi warga takut keluar rumah.
Saat ini ada dua pelaku yang telah ditangkap di kawasan Anjungan Teluk Kendari pada Selasa (11/10) yakni seorang pria inisial B (35) dan wanita inisial L (17).
Motif penganiayaan itu dilakukan karena para pelaku kesal dengan kata-kata korban yang melontarkan bahasa kasar kepada pelaku L.
"Saat ini, kita masih lakukan pengembangan dan mencari salah satu rekan pelaku yang ikut pesta miras saat kejadian, identitasnya sudah ada. Kami mau mintai keterangannya juga kalau sudah didapat nanti," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDiduga Jual Solar Subsidi Tak Sesuai Harga, SPBN Lagasa Dilaporkan ke Polisi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







