Kecurangan Seleksi CPNS di Kolut Terbongkar, 4 Orang jadi Tersangka


Kendari - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tenggara berhasil membongkar praktik kecurangan pada proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021.
Para pelaku yang terdiri dari empat orang itu memanfaatkan metode seleksi menggunakan komputer assisted test (CAT) di titik lokasi Kolaka Utara yang diduga kuat diakses secara illegal dan bekerjasama dengan panitia seleksi penerimaan CASN Kabupaten Kolaka Utara.
Dir Reskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko, melalui Kasubdit V Tipidsiber Kompol Fahroni, mengatakan, dari hasil penyidikan ditetapkan 4 orang tersangka, yakni Ivon Firman Pasande Alias Ivon, Arfan Asmiruddin Alias Ilo, Jumadil, dan Adli Nirwan.
"Dari masing-masing peran penyidik menerapkan sangkaan pasal dalam UU ITE. Para pelaku dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan system computer pada proses penerimaan calon aparatur sipil negara 2021," kata Fahroni.
Fahroni menjelaskan, tersangka Ivon merupakan penyedia aplikasi Zoho Assist yang berdomisili di Sulawesi Tengah, dan berteman lama dengan Jumadil.
Selanjutnya, Jumadil menyetujui aksi kecurangan itu ke dalam sistem CAT. Ia juga bertugas merekrut peserta CPNS 2021, dan hanya 9 orang yang berhasil direkrut untuk mendapatkan remot akses itu.
"Ke sembilan peserta itu diminta membayar Rp 150 juta per orang setelah dinyatakan lulus seleksi," ungkapnya.
Kemudian, pengisian soal tes CPNS 2021 itu dilakukan tim penjawab bernama Faisal dari Sulawesi Barat yang telah ditunjuk Ivon.
"Dengan kondisi seperti itu, peserta hanya datang duduk saja, tapi yang mengisi soal seorang bernama Faisal," katanya.
Dari sembilan peserta yang mendapatkan akses aplikasi Zoho Assist itu, hanya 6 orang dinyatakan lolos. Sementara 3 peserta lain datang terlambat, sehingga tidak menempati meja yang memiliki laptop yang telah diinstal aplikasi Zoho Assist.
Polisi pertama kali mengungkap kecurangan CPNS 2021 ketika Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan menangkap Ivon di Sulteng. Dari hasil pengembangan sindikat pemasangan aplikasi Zoho itu dideteksi di Kolaka Utara.
Fahroni bilang, berkas keempat tersangka kini telah dinyatakan P21 atau lengkap dan dalam waktu dekat akan dilakukan tahap II ke Kejati pada awal Oktober 2022 mendatang.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaAspal Buton jadi Perhatian Serius Presiden Jokowi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







