Kejagung Geledah Kantor Kemenhut Terkait Korupsi Tambang Nikel di Konawe Utara


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Penggeledahan itu berkaitan dengan pengusutan dugaan korupsi pembukaan lahan tambang nikel yang diduga masuk kawasan hutan di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)
Penggeledahan tersebut dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari pendalaman perkara dugaan penyimpangan perubahan status kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di Konawe Utara.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, Kamis, 8 Januari 2026, membenarkan kedatangan penyidik ke kantor Kementerian Kehutanan.
Anang menjelaskan, penyidik melakukan pencocokan data dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan proses perizinan dan status kawasan hutan di wilayah tersebut.
Menurut Anang, pihak Kementerian Kehutanan telah menyerahkan sejumlah data dan dokumen yang dibutuhkan penyidik untuk mendalami kasus ini.
Data tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan pembukaan lahan tambang oleh perusahaan-perusahaan yang diduga memasuki kawasan hutan tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Pencocokan data ini dilakukan dalam rangka penyidikan perkara pembukaan kegiatan tambang yang masuk kawasan hutan,” ujar Anang dilansir dari Tribunnews.
"Oleh perusahaan-perusahaan tambang yang memasuki area kawasan hutan yang diberikan kepada daerah saat itu di Konawe Utara dengan melanggar dan tidak sesuai ketentuan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, aktivitas pertambangan tersebut diduga terjadi pada kawasan hutan yang saat itu diberikan kewenangannya kepada daerah, namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan.
Hingga kini, Kejaksaan Agung masih terus mendalami perkara tersebut dengan menelusuri peran pihak-pihak terkait serta meneliti dokumen perizinan dan tata kelola kawasan hutan yang diduga menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi di sektor pertambangan nikel di Konawe Utara.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaWarga Kota Kendari Diimbau Waspada DBD saat Musim Penghujan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







