Kejagung Periksa 34 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel 2013-2025 di Sultra


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah mengusut dugaan korupsi di sektor pertambangan nikel di kawasan hutan lindung di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang 2013 hingga 2025.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan bahwa dari penyelidikan sementara ditemukan banyak perusahaan tambang nikel yang melakukan aktivitas eksplorasi hingga penambangan di kawasan hutan lindung. Aktivitas tersebut diduga dilakukan tanpa memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Menurut Anang, tim penyidik Jampidsus menemukan sejumlah pelanggaran hukum, di antaranya perusahaan yang tidak mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) serta tidak memiliki rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) sebagaimana diwajibkan.
“Penambangan nikel tersebut di antaranya dilakukan di area kawasan hutan lindung dan sejumlah perusahaan melakukan penambangan tidak sesuai dengan ketentuan IPPKH serta penerbitan RKAB yang tidak sesuai dengan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018,” ujar Anang dalam keterangan pers, Sabtu (13/11) dikutip dari Republika.
Dalam proses penyidikan, penyidik Jampidsus telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi penambangan yang masuk kawasan hutan lindung di Sultra. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan terhadap beberapa perusahaan yang diduga melakukan aktivitas pertambangan secara ilegal di kawasan tersebut.
Anang menyebutkan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya 34 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan secara intensif untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
“Hingga saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 34 orang saksi yang dilakukan secara maraton,” katanya.
Dari hasil pengusutan sementara, Kejaksaan Agung juga menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi berupa penerimaan uang maupun fasilitas lain yang diduga melibatkan sejumlah penyelenggara negara.
“Kejaksaan telah menemukan sejumlah fakta perbuatan melawan hukum serta penerimaan uang maupun fasilitas lainnya yang diterima oleh sejumlah oknum dari beberapa perusahaan tambang nikel atas aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung,” ungkap Anang.
Penyidik Jampidsus menegaskan akan terus mendalami perkara ini dengan menggali fakta-fakta hukum secara menyeluruh. Kejaksaan memastikan pengusutan akan berlanjut hingga penetapan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPinjol Ilegal Mengintai Desa, OJK Sultra Edukasi Warga Muna Barat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







