Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Ekspor Nikel di Sultra, Sita Rp 401 Miliar


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait ekspor nikel yang melibatkan perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasus tersebut diduga terjadi pada 2017 hingga 2019 dan menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp401,65 miliar.
Dirdik Jampidsus Kejagung Saiful Bahri Siregar mengatakan, perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut adalah PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.
Menurut Saiful, PT CNI diduga belum memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), namun telah mengantongi rekomendasi untuk melakukan ekspor.
"Bahwa terdapat kerugian keuangan negara sebagaimana Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari BPK sebesar Rp 401.653.737.469,69," kata Saiful dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026) dilansir dari Detikcom.
Dalam kasus ini, PT CNI diduga melakukan pengaturan atau manipulasi dokumen terkait kadar nikel agar hasil pengujian memenuhi persyaratan untuk ekspor.
Saiful menyebut, perusahaan tersebut diduga bersama-sama dengan penyelenggara negara mengatur hasil uji kadar nikel hingga berada di bawah 1,7 persen.
Padahal, ketentuan ekspor yang dimaksud mengharuskan kadar nikel berada di atas 1,7 persen.
"PT CNI bersama-sama dengan penyelenggara negara melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar nikel dengan nilai hasil uji kadar kurang dari 1,7% untuk memenuhi syarat ekspor yang seharusnya di atas 1,7," ujarnya.
Kejagung menduga PT CNI kemudian menggunakan dokumen yang tidak sah untuk melakukan kegiatan ekspor nikel tersebut.
Penggunaan dokumen tersebut diduga membuat proses ekspor berlangsung secara tidak sah hingga menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.
"Bahwa pihak PT CNI dengan menggunakan dokumen yang tidak sah, melakukan ekspor nikel secara tidak sah, mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara," jelasnya.
Dalam proses penyidikan, Kejagung telah memeriksa 116 orang saksi dan tiga orang ahli. Penyidik juga telah menyita 143 dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.
"(Jaksa telah) melakukan pemeriksaan terhadap 116 orang saksi, melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang ahli, melakukan penyitaan terhadap 143 dokumen dan telah mendapatkan persetujuan penetapan dari Pengadilan Negeri," ucap Saiful.
Selain pemeriksaan saksi dan penyitaan dokumen, penyidik juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.
Kejagung juga telah memperoleh Laporan Hasil Perhitungan (LHP) kerugian negara dari BPKP RI sebagai bagian dari proses penyidikan kasus tersebut.
Dalam penanganan perkara ini, penyidik Kejagung juga disebut telah melakukan penyitaan uang senilai Rp401 miliar yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi ekspor nikel tersebut.
Editor: Andise SL
Berita BerikutnyaDPO yang Bobol Rumah Komisioner Bawaslu Sultra Ditangkap!
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







