Kejagung Usut Dugaan Korupsi Tiga Perusahaan Tambang Emas di Bombana


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi sektor pertambangan emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu diketahui dari adanya Surat Perintah Penyelidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-1074/F.2/Fd.1/09/2025 yang diterbitkan pada 4 September 2025 dan ditandatangani Jaksa Utama Muda, Nurchayo JM sebagai penyidik.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa Kejagung tengah penyelidikan dugaan korupsi dalam kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT Panca Logam Makmur, PT Panca Logam Nusantara, dan PT Anugerah Alam Buana Indonesia di wilayah Kabupaten Bombana.
Dalam surat itu juga, Kejagung memanggil Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sultra untuk memberikan keterangan dalam kasus tersebut.
Kadishut Sultra diminta hadir pada Rabu, 10 September 2025 pukul 09.00 WIB di Ruang Pemeriksaan Lantai 3 Gedung Bundar Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kepuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, saat dikonfirmasi terkait hal itu belum memberi keterangan.
"Wah, belum tahu saya," singka Anang saat dikonfirmasi Sultranesia.com beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, Dedi Irwanto membenarkan bahwa dirinya dipanggil oleh Kejagung RI.
Ia mengatakan dirinya memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. “Iye (hadir dalam pemanggilan)," ujarnya saat dikonfirmaai, Kamis, 18 September 2025.
Dedi enggan menjawab beberapa pertanyaan media ini, Dedi mengarahkan agar menghubungi stafnya bidang Perencanaan Pemanfaatan Hutan (P2H) bermana Ardi.
Ardi yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa dalam menghadiri panggilan penyidik kejagung, Kadis Kehutanan membawa sejumlah berkas yang dibutuhkan diantaranya dokumen hasil evaluasi kegiatan pemanfaatan hutan oleh tiga perusahaan yang tengah diusut.
"Beliau (kadis kehutanan) menyiapkan berkas, seperti hasil evaluasi dari kehutanan," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita Berikutnya20 Ribu Ayam Petelur Digelontorkan, Bupati Darwin Klaim Produksi Telur Muna Barat Sudah Jalan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







