Kejaksaan Geledah Kantor Disbunnak Kolaka Terkait Dugaan Korupsi Proyek Sawit


Kolaka – Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kolaka digeledah oleh Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka, Kamis (18/6/2026).
Penggeledahan berlangsung selama hampir empat jam, mulai pukul 10.55 hingga 14.40 WITA, sebagai upaya penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Kastura, Kecamatan Watubangga, dengan nilai anggaran mencapai Rp7,5 miliar.
Dalam aksi penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting dari berbagai ruangan strategis, yakni ruang Kepala Dinas, ruang tim verifikator, serta ruang Kepala Bidang Perkebunan.
Berkas-berkas yang dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam beberapa boks untuk dibawa ke Kantor Kejari Kolaka sebagai alat bukti tambahan yang akan dianalisis lebih mendalam.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kolaka, Bustanil Arifin, menjelaskan bahwa fokus penyidikan tertuju pada pelaksanaan PSR tahun anggaran 2020 dan 2021 yang bersumber dari dana APBN.
Program ini sejatinya memiliki kriteria ketat dengan bantuan peremajaan senilai Rp60 juta per hektare bagi lahan yang memenuhi syarat.
Namun, penyidik menemukan indikasi kuat adanya manipulasi data yang meloloskan wilayah tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
“Diduga ada manipulasi data sehingga kesannya memaksakan program ini di suatu wilayah yang seharusnya tidak berhak mendapatkan bantuan PSR. Programnya selesai, tetapi menimbulkan indikasi kerugian negara,” ujar Bustanil.
Hingga saat ini, Kejari Kolaka belum merinci total pasti kerugian negara karena masih menunggu hasil perhitungan lebih lanjut.
Sejauh ini, sebanyak 96 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Daftar saksi yang telah dimintai keterangan mencakup Kepala Dinas Perkebunan Kolaka berinisial HJR, tim verifikator, sejumlah pegawai dinas, hingga pihak ketiga yang terlibat dalam pengadaan bibit sawit.
Terkait desas-desus keterlibatan penyedia bibit sawit yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Bustanil menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
“Kami belum melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Saat ini, tim penyidik terus bergerak mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk menguak siapa saja pihak yang paling bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dalam program miliaran rupiah tersebut.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaInovasi Layanan Publik Pemkot Kendari Jadi Objek Studi Mahasiswa Magister UMK
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







