Kejari Kendari Didesak Proses Laporan Dugaan Korupsi Proyek Pedestrian Eks MTQ


Kendari - Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (Akar-Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di dalam Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Senin (27/4).
Aksi ini dilakukan untuk mendesak penanganan laporan dugaan korupsi proyek penataan pedestrian di kawasan eks MTQ Kendari yang telah dilayangkan sejak Februari lalu.
Dalam aksinya, massa merangsek masuk hingga ke dalam kantor korps Adhyaksa sebagai bentuk protes keras atas belum adanya tindak lanjut dari laporan tersebut.
Massa menilai, Kejari Kendari perlu diingatkan agar menjalankan kewajibannya sebagai aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan kerugian negara.
“Perlu berteriak di tengah mereka supaya mereka ingat. Kalau didiamkan, mereka pura-pura lupa. Laporan kami sudah lama, tapi belum ada tindak lanjut," kata Koordinator Aksi, Eko Rama.
"Kami sudah mencoba konfirmasi secara baik-baik, tapi tidak diindahkan, jadi kami pakai megafon supaya mereka dengar dan mereka segera tindak lanjuti," sambungnya.
Eko menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika laporan tersebut terus diabaikan. Ia menilai dugaan korupsi dalam proyek penataan pedestrian eks MTQ cukup jelas, bahkan telah ditemukan adanya indikasi masalah berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menurutnya, salah satu temuan BPK menunjukkan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kejari Kendari sudah memegang temuan BPK itu. Lalu apa kendalanya. Jangan sampai kami menduga Kejari Kendari ‘masuk angin’ sehingga tidak mau menindaklanjuti laporan kami,” tegasnya.
Massa memastikan aksi serupa akan terus dilakukan hingga ada kejelasan penanganan laporan tersebut. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini dengan berbagai bentuk tekanan.
“Kami akan terus mengingatkan, bahkan dengan pengeras suara, karena kalau tidak begitu, kami khawatir tidak didengar,” ujarnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaLelang Aset Milik Umar Samiun di KPKNL Kendari Diduga Bermasalah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







