Kejati Buka Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan di Butur


Kendari - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) batal memeriksa Burhanuddin dalam kasus dugaan korupsi proyek jembatan Cirauci II di Kabupaten Buton Utara (Butur).
Seharusnya, Pj Bupati Bombana itu dijadwalkan diperiksa penyidik sebagai saksi pada Senin, 23 Oktober 2023 pagi.
"Hari ini (Senin, 23 Oktober) Pj Bupati Bombana akan dilakukan pemeriksaan, tapi sampai saat ini, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan dari tim penyidik," kata Kasipenkum Kejati Sultra, Dody.
Menurut Dody, Burhanuddin sedang berada di luar daerah, sehingga jadwal pemeriksaan kedua terhadap dirinya urung digelar.
"Info dari penyidik (Burhanuddin) lagi di luar daerah," ujar Dody.
Selain Burhanuddin, di hari yang sama Kejati juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak Inspektorat Sulawesi Tenggara.
Dody menyebut, dalam kasus ini tak menuntut kemungkinan akan ada tersangka baru.
"Hari ini ada lagi yang dipanggil dari Inspektorat. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik tidak menutup kemungkinan bakal ada calon tersangka baru," katanya.
Pemeriksaan ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya pada Jumat, 13 Oktober 2023, Burhanuddin juga sudah diperiksa.
Burhanuddin diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sulawesi Tenggara.
Dalam kasus ini, Kejati Sultra sudah menetapkan dua orang tersangka, dan langsung ditahan. Keduanya R dan TUS dari CV Bela Anoa yang mengerjakan proyek jembatan itu.
Anggaran proyek jembatan itu sebesar Rp 2,1 miliar yang bersumber dari APBD Sultra Tahun 2021 dan melekat pada Dinas Bina Marga dan SDA Sultra yang saat itu dipimpin Burhanuddin.
Dalam proses penyidikan, penyidik menemukan bahwa progres pengerjaan proyek tersebut hanya 2 persen saja, padahal uang muka proyek sudah dicairkan sekitar Rp 500 juta.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaSepanjang Musim Kemarau 59 Kasus Kebakaran Lahan Terjadi di Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







