Kejati Sultra Tangani 82 Restorative Justice, Ini 3 Kasus yang Mendominasi


Kendari - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan jajarannya menangani sebanyak 82 kasus restorative justice (RJ) pidana umum (Pidum) sepanjang Tahun 2023 lalu.
Penyelesaian kasus dengan restorative itu ditangani oleh 15 Kejaksaan Negeri di bawah koordinasi Kejati Sultra.
Dari 15 kejaksaan, Kejaksaan Negeri Buton yang paling banyak menangangi kasus RJ, yakni 18 kasus, disusul Kejaksaan Negeri Muna 16 kasus.
Kemudian posisi ketiga Kejaksaan Negeri Baubau 11 kasus, Kejaksaan Negeri Kendari 9 kasus, Kejaksaan Negeri Kolaka 8 kasus, Kejaksaan Negeri Konawe dan Konawe Selatan masing-masing 5 kasus RJ.
Selanjutnya Kejaksaan Negeri Bombana 6 kasus, Kejaksaan Negeri Kolaka Utara 3 kasus, dan Kejaksaan Negeri Wakatobi 1 kasus.
Dari tabel data yang dilihat Sultranesia, hampir seluruh Kejaksaan Negeri di Sultra melampaui target penyelesaian perkara restorative justice yang telah ditetapkan di Tahun 2023.
Kasus yang Mendominasi
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Dodi, mengatakan, ada tiga kasus yang mendominasi dalam penanganan restorative justice ini.
Pertama adalah kasus tindak pidana penganiayaan, kedua kasus tindak pidana pencurian, dan ketiga kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tanggal (KDRT).
"Jumlah perkara terbanyak RJ didominasi tindak pidana penganiayaan 41 kasus, tindak pidana pencurian 13 kasus, tindak pidana KDRT 10 kasus," jelas Dodi, Jumat (12/1).
Diketahui, restorative justice adalah penyelesaian tindak pidana di luar persidangan dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan ke keadaan semula dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPengusaha Asal Kolaka Utara Ini Ekspor Kakao Fermentasi ke China
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







