Kejati Telusuri Dugaan Korupsi Anggaran Makan Minum Tamu Gubernur-Wagub Sultra


Kendari - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran makan dan minum tamu Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra pada Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sultra Tahun Anggaran 2022 dan 2023.
Dalam penyidikan tersebut, tim penyidik menemukan indikasi adanya aliran dana cashback yang diduga diberikan oleh sebuah rumah makan kepada penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp 5 miliar.
Kepala Kejati Sultra, Sugeng Riyanta, saat dikonfirmasi, Jumat (10/7), mengungkapkan bahwa dugaan cashback tersebut menjadi salah satu bukti yang telah dikantongi penyidik.
"Nilai kerugian nyata yang sudah dapat dibuktikan kurang lebih Rp 5 miliar berupa cashback dari rumah makan kepada penyelenggara negara," ujar Sugeng Riyanta dilansir Anoatimes.
Menurutnya, dugaan pemberian cashback itu hanyalah salah satu modus yang ditemukan penyidik dalam mengusut pengelolaan anggaran makan dan minum di lingkungan Pemprov Sultra pada periode tersebut.
Penyidik juga menemukan indikasi adanya belanja fiktif serta belanja yang tidak sesuai peruntukannya, yang diduga menimbulkan kerugian negara lebih besar.
"Masih ada modus lain berupa belanja fiktif dan belanja tidak sesuai peruntukannya yang merugikan negara jauh lebih besar, namun nilainya sedang dihitung oleh auditor," tambahnya.
Diketahui, total anggaran pengelolaan makan dan minum tamu Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra pada Biro Umum Setda Provinsi Sultra Tahun Anggaran 2022 dan 2023 mencapai sekitar Rp31 miliar.
Sebagai bagian dari proses penyidikan, tim Pidana Khusus Kejati Sultra telah menggeledah tiga lokasi di Kota Kendari, yakni sebuah rumah makan, rumah mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Asrun Lio, serta Kantor Biro Umum Setda Provinsi Sultra.
Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan dugaan korupsi tersebut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaTiga Kandidat Rektor UHO Kendari Resmi Ditetapkan, Lanjut ke Pimilihan Akhir
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







