Kendari Krisis Air Bersih: Potensi Melimpah Tapi Pengelolaan Tak Maksimal


Kendari - Kota Kendari mengalami sejumlah masalah terkait pengelolaan dan distribusi air bersih untuk masyarakat.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Dinas PUPR Kota Kendari dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari pada Kamis (28/8).
Rapat koordinasi ini membahas sinkronisasi kegiatan penyediaan air baku untuk air bersih bagi masyarakat Kota Kendari.
Dalam rapat itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah menjelaskan, ketersediaan air bersih di Kendari masih menghadapi sejumlah tantangan serius, meskipun potensi sumber air permukaan dinilai cukup melimpah.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, kata dia, distribusi air bersih belum berjalan maksimal akibat permasalahan jaringan, kerusakan infrastruktur, hingga tingginya ketergantungan masyarakat pada penggunaan air tanah.
"Padahal, sesuai regulasi, kebutuhan utama air bagi masyarakat seharusnya dipenuhi dari air permukaan, sementara air tanah menjadi alternatif terakhir," kata Herliansyah dikutip dari rilis yang dipublikasikan laman Facebook resmi Pemkot Kendari.
Harliansyah menyampaikan sejumlah data menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas produksi air dengan jumlah air yang benar-benar sampai ke masyarakat.
Misalnya, kata dia, dari kapasitas produksi 410 liter per detik di salah satu intake, hanya sekitar 173 liter per detik yang dapat terdistribusi.
"Kondisi ini mengindikasikan adanya kebocoran hingga 70 persen, baik akibat faktor usia infrastruktur maupun potensi pengambilan ilegal di jalur distribusi," ungkapnya.
Beberapa intake air baku yang sebelumnya dibangun dengan investasi besar, lanjut dia, kini tidak lagi beroperasi optimal.
Salah satunya adalah intake Mata Bondu yang berhenti beroperasi sejak 2023 karena permasalahan teknis, mulai dari kerusakan kubikel listrik hingga ketiadaan instalasi pengolahan air yang sesuai.
"Upaya revitalisasi juga terkendala sinkronisasi antarinstansi. Ada sejumlah jaringan pipa yang telah dibangun, tetapi tidak dapat dimanfaatkan karena belum terhubung dengan sumber air baku atau fasilitas pengolahan yang memadai," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaHerman Mulawarman Tinggalkan Jejak Gemilang, Al Jamin Resmi Pimpin Lapas Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







