Kepala Bandara Haluoleo Kendari Intimidasi Jurnalis saat Liput KPK Bawa Tersangka OTT


Kendari - Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, bersama tujuh anak buahnya diduga melakukan intimidasi terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan keberangkatan 4 tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kolaka Timur yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikutip dari Matalokal, dugaan intimidasi itu terjadi saat KPK hendak menerbangkan 4 orang tersangka yang terjadi OTT menuju Jakarta melalui Bandara Haluoleo Jumat (8/8) pagi
Namun, saat di Bandara Haluoleo Kendari, jurnalis Antara, La Ode Muh Deden yang sedang melakukan peliputan mengalami intimidasi oleh Kepala Bandara Haluoleo Kendari, bersama tujuh anak buahnya.
Deden mengaku sempat melakukan dokumentasi peliputan video dan foto mengabadikan momen tersangka OTT KPK melakukan pemeriksaan tiket di pintu keberangkatan bandara.
Saat itu, Kepala Bandara Haluoleo Kendari terlihat sudah menanti kedatangan rombongan KPK. Namun, saat hendak mengambil gambar, tiba-tiba Denny Arianto datang menghampiri dan melarang dokumentasi aktivitas KPK di bandara.
"Dia larang ambil gambar, katanya di situ (tempat pemeriksaan awal) daerah sensitif, tidak boleh ambil gambar," ujar Deden masih dikutip dari Matalokal.
Denny Ariyanto lantas memberi tahu anak buahnya sambil menunjuk ke arah Deden. Deden yang merasa ditegur, mendatangi Denny yang tengah bersama tujuh anak buahnya.
Deden lalu mempertanyakan gambar apa yang tidak boleh didokumentasikan sambil memperlihatkan foto serta video di handphone-nya hingga sempat terjadi perdebatan.
Karena kalah jumlah dan dalam tekanan, Deden akhirnya menghapus beberapa gambar. Sempat tak percaya, petugas bandara kembali mengecek handphone Deden dan meminta agar seluruh gambar di bandara dihapus.
"Menurut petugas bandara, itu permintaan KPK yang tidak mau diliput dan kepala bandara tidak mau bermasalah," jelas Deden.
Meski telah menghapus seluruh gambar, Denny Ariyanto kembali meminta anak buahnya untuk mengecek di folder penyimpanan sampah atau baru dihapus. Alhasil, Deden juga terpaksa menghapus seluruh gambar di folder itu.
"Saya terpaksa hapus, karena sudah tertekan, kalah jumlah, mereka banyak tujuh orang, saya sendiri. Jadi, sama sekali tidak ada gambar liputan," tandasnya.
Humas Bandara Haluoleo, Nurlansa tak merespon pesan WhatsApp saat dihubungi jurnalis matalokal, pada Jumat siang.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKetua Komisi I DPRD Desak Pemda Muna Barat Segera Usulkan Formasi PPPK Paruh Waktu
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







