Kerap Bermasalah, Pemkot Diminta Cabut Izin Operasional RS Hermina Kendari


Kendari - Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk memberikan sanksi tegas kepada Rumah Sakit (RS) Hermina Kendari.
Desakan ini muncul karena rumah sakit tipe C milik Hermina yang berada di bawah Grup Djarum milik Hartono bersaudara, dinilai kerap menimbulkan masalah serius sejak beroperasi di Kendari.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/8), menegaskan bahwa sejumlah kasus yang terjadi di RS Hermina Kendari menjadi bukti lemahnya standar pelayanan rumah sakit tersebut.
“Pada tahun 2023, seorang pasien meninggal dunia usai menjalani operasi di RS Hermina Kendari. Belum lama ini, dua bayi kembar yang dirawat di rumah sakit itu juga meninggal dunia. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Hendro yang juga mahasiswa Magister Hukum Universitas Jayabaya Jakarta menilai, Pemkot Kendari tidak boleh tinggal diam. Menurutnya, sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional perlu dipertimbangkan.
“RS Hermina sudah berkali-kali terlibat kasus hingga memunculkan keresahan masyarakat. Jangan tunggu ada korban lagi, cabut saja izin operasionalnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa persoalan serupa bukan hanya terjadi di Kendari, melainkan di sejumlah daerah lain, seperti Jakarta Barat, Jakarta Timur, Tangerang, Jawa Tengah, dan beberapa wilayah lain.
“Ini menunjukkan bahwa RS Hermina bukan sekadar bermasalah di satu daerah. Kasus dugaan malpraktik mereka muncul di banyak tempat. Bisa dibilang seperti ‘spesialis malpraktik’,” kata Hendro.
Lebih lanjut, Hendro menegaskan agar pemerintah tidak melihat siapa pemilik rumah sakit tersebut.
“Kita tidak peduli siapa pemiliknya. Yang penting adalah apa yang sudah mereka lakukan. Kalau kinerjanya buruk dan membahayakan pasien, harus ada tindakan tegas dari pemerintah,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaRutan Kendari Gandeng Kanwil Kemenkum Sultra, 150 WBP Dapat Materi Hukum Praktis
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







