Ketua DPRD Sultra 'Dicueki' di Rakerwil NasDem: Duduk di Belakang, Nama Tak Disebut


Kendari - Suasana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) di Hotel Claro Kendari, Senin (18/5), mendadak jadi sorotan.
Di tengah hadirnya para petinggi partai dan pejabat daerah, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala justru terlihat “dicueki” dalam agenda resmi partai besutan Surya Paloh tersebut.
Tariala yang juga kader NasDem tampak duduk di barisan belakang bersama kader dan simpatisan lainnya.
Padahal, posisinya sebagai Ketua DPRD Sultra seharusnya menempatkannya di jajaran kursi utama bersama elite partai dan kepala daerah yang hadir.
Rakerwil itu sendiri dihadiri Ketua Bappilu DPP Partai NasDem Pranda Surya Paloh, Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari.
Tak hanya posisi duduknya yang jadi perhatian, foto La Ode Tariala juga tidak terlihat dalam sejumlah baliho kegiatan yang terpasang di area hotel. Sementara foto petinggi NasDem lainnya terpampang jelas di berbagai sudut lokasi acara.
Nama Tariala bahkan tidak disebut oleh pembawa acara saat daftar tamu dan peserta penting dibacakan, meski ia diketahui berada langsung di arena Rakerwil.
Situasi itu memunculkan dugaan kuat adanya ketegangan internal di tubuh NasDem Sultra terkait polemik pergantian Ketua DPRD Sultra.
Sebelumnya, Partai NasDem telah memutuskan mengganti La Ode Tariala dari jabatan Ketua DPRD Sultra dan menunjuk Syahrul Said sebagai penggantinya.
Pergantian tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) Partai NasDem yang mulai dibacakan sejak 26 November 2025.
Namun hingga kini, proses pergantian belum berjalan dan Tariala masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra.
Sekretaris DPW Partai NasDem Sultra, Tahir Kimi, yang dikonfirmasi Sultranesia terkait sikap partai terhadap Tariala dalam Rakerwil tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaBahtra: Pidato Presiden soal Orang Desa Tidak Pakai Dolar Dipelintir dari Konteks Aslinya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







