Korban Cabut Laporan, Kasus Penganiayaan Sekda Konsel Ichsan Porosi Berakhir Damai


Kendari - Kasus penganiayaan yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan (Konsel), Ichsan Porosi, sebagai tersangka berakhir damai.
Korban sekaligus pelapor berinisial AP telah mencabut laporannya di Polresta Kendari setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara tersebut melalui mekanisme restorative justice (RJ).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan adanya perdamaian antara korban dan Ichsan Porosi.
"Korban dan Pak Ichsan Porosi kedua belah pihak sudah berdamai secara restorative justice dan pihak pelapor korban mencabut laporannya di kami," kata Kompol Welliwanto kepada Sultranesia.com, Rabu (19/8/2026).
Menurut Welliwanto, seluruh persyaratan formil untuk penyelesaian perkara melalui restorative justice telah terpenuhi.
"Pemenuhan syarat formil RJ terpenuhi, dan laporannya istri Pak Ichsan Porosi di Krimum Polda sudah dicabut," ujarnya.
Dengan adanya perdamaian tersebut, status tersangka Ichsan Porosi juga telah dicabut.
"Telah dicabut status tersangkanya dari surat penetapan pengadilan atas asas keadilan restorative justice," jelasnya.
Polresta Kendari dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Jumat mendatang untuk memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai penyelesaian perkara tersebut.
"Nanti kemungkinan Jumat kami akan melaksanakan press conference untuk info lebih lanjut," pungkas Kompol Welliwanto.
Sebelumnya, kasus tersebut terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, di kawasan BTN Pradana 9, Jalan Ade Irma Nasution, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Peristiwa bermula ketika korban terlibat cekcok dengan tersangka yang merupakan kakak kandung korban. Perselisihan tersebut dipicu karena tersangka diduga kedapatan bersama seorang perempuan bernama Elis Wahid.
Saat itu, perempuan tersebut berada di dalam mobil dan disebut tidak bersedia keluar. Korban bersama istri serta anak tersangka kemudian berusaha menghentikan kendaraan dengan cara mencegat mobil yang dikendarai tersangka.
Namun, tersangka yang masih berada di dalam mobil diduga membelokkan kendaraannya hingga roda mobil menindas kaki korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka memar dan lecet pada kaki kiri akibat trauma benda tumpul. Korban juga mengalami patah tulang pada punggung jari kaki.
"Merasa keberatan atas peristiwa tersebut, suami korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari," kata Kompol Welliwanto, Selasa (4/8/2026).
Usai aksi pengadangan tersebut, seluruh pihak yang terlibat dibawa ke Mapolresta Kendari oleh Tim Patroli Polresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan diperoleh bukti permulaan yang cukup sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka," terang Kompol Welliwanto Malau.
Dalam penyidikan perkara tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya satu unit mobil Toyota Fortuner yang digunakan tersangka saat kejadian.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDua Pria di Kolaka Utara Duel Pakai Sajam Diduga Dipicu Asmara Satu Wanita
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







