KPU dan Bawaslu Kompak: Tuduhan Kecurangan Pilkada Konawe Kepulauan Tidak Berdasar


Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Kepulauan dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepakat menolak dalil pasangan calon nomor urut 3, Wa Ode Nurhayati dan M. Yacub Rahman, yang menggugat hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan 2024.
Dalam sidang lanjutan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (23/1), kedua lembaga itu menyatakan bahwa tuduhan kecurangan yang disampaikan Pemohon tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Iskandar, perwakilan KPU Kabupaten Konawe Kepulauan, membantah dalil Pemohon yang menuding adanya praktik joki suara dan penyalahgunaan hak pilih.
Ia menegaskan, klaim tersebut tidak dapat dibuktikan secara hukum karena tidak disertai uraian jelas mengenai waktu, tempat, maupun subjek pelaku.
“Dalil tersebut merupakan dalil yang illusioner dan tidak dapat dibuktikan secara hukum karena Pemohon dalam dalil permohonannya tidak dapat menguraikan secara jelas waktu, tempat, dan subjek yang melakukan joki suara dan pengguna hak pilih tersebut,” ujar Iskandar dalam sidang di MK.
Lebih lanjut, Iskandar menyatakan bahwa dalam proses rekapitulasi suara secara berjenjang, saksi dari pihak Pemohon tidak menyampaikan keberatan apa pun.
Bahkan, seluruh saksi telah menandatangani berita acara di semua tingkatan, mulai dari TPS, PPK, hingga tingkat Kabupaten.
“Saat kami melakukan rekap secara berjenjang baik TPS, PPK, maupun tingkat Kabupaten semua saksi Pemohon itu bertanda tangan dan kami sudah melampirkan dalam bukti,” tegasnya.
Senada dengan KPU, Bawaslu Kabupaten Konawe Kepulauan juga menilai tuduhan keberpihakan bupati aktif dalam Pilkada tidak memiliki dasar.
Jibrar, perwakilan Bawaslu, menjelaskan bahwa laporan dugaan pelanggaran yang diterima pada September 2024 telah dikaji dan tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.
“Pada tanggal 12 Desember 2024, kami mengeluarkan pemberitahuan status laporan yang pada pokoknya menerangkan bahwa laporan tidak memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana pemilihan,” jelas Jibrar.
Pihak Terkait, pasangan calon nomor urut 4 Rifqi Saifullah Razak dan Muhamad Farid, juga membantah tuduhan Pemohon yang menyebut keberpihakan bupati aktif melalui pergantian 51 kepala desa selama Pemilu.
Kuasa hukum mereka, La Ode Muhammad Dzul Fajar, menyebut bahwa pergantian tersebut sebenarnya melibatkan 59 kepala desa dan dilakukan karena alasan yang sah, seperti masa jabatan berakhir, kasus korupsi, atau pengunduran diri.
“Maksud penunjukan Penjabat Kepala Desa oleh Bupati tidak memiliki relevansi dengan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan,” kata Fajar.
Atas dasar ini, baik KPU maupun Bawaslu meminta Mahkamah Konstitusi untuk menolak seluruh dalil Pemohon dan mengesahkan hasil Pilkada Konawe Kepulauan 2024.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKasus Pencemaran Nama Baik di Muna Mandek, Pelapor Kecewa Proses Hukum Tak Jelas
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







