Langgar Aturan, Dfast Biliar Kendari Disanksi Tegas, Aliran Listrik Diputus Paksa


Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengambil langkah tegas terhadap tempat usaha Dfast Biliar yang berlokasi di Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Sulawesi Tenggara. Pada Selasa (6/1), aliran listrik di lokasi tersebut diputus karena bangunan usaha diduga melanggar ketentuan tata ruang.
Hingga Rabu (7/1), listrik di tempat usaha tersebut belum kembali dinyalakan. Pemerintah menegaskan, penyambungan ulang baru dapat dilakukan setelah pihak pengelola menyelesaikan seluruh persoalan administrasi yang menjadi temuan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kendari, Maman Firmansyah, membenarkan pemutusan aliran listrik tersebut. Menurutnya, tindakan ini merupakan bagian dari penegakan aturan yang berlaku.
“Kemarin sudah diputus. Sampai hari ini belum dinyalakan kembali, kecuali mereka menyelesaikan terlebih dahulu masalah yang dihadapi,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, langkah penertiban dilakukan karena Dfast Biliar diduga melanggar sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, serta Permendagri Nomor 16 Tahun 2023 terkait standar operasional dan kode etik Satpol PP.
Satpol PP, kata Maman, turun langsung ke lokasi berdasarkan Surat Wali Kota Kendari Nomor 600/4557/2025 yang berisi permintaan dukungan pengamanan dalam pelaksanaan sanksi administratif terhadap bangunan yang melanggar tata ruang.
“Kami hanya menjalankan perintah dan mengamankan proses penertiban yang berlangsung di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah murni bersifat administratif dan tidak menyasar pembongkaran bangunan.
"Hari ini kami bergerak sebagai tim satuan tugas untuk melaksanakan penertiban administrasi. Yang dilakukan bukan eksekusi bangunan, melainkan penertiban fasilitas umum seperti listrik dan air,” jelas Amir.
Selain Dfast Biliar, pemerintah juga menjatuhkan sanksi administratif serupa terhadap dua bangunan lain, masing-masing sebuah ruko di kawasan perempatan Kampus Universitas Halu Oleo dan sebuah showroom mobil di wilayah By Pass Wuawua.
Langkah ini, menurut pemerintah, merupakan bagian dari upaya menegakkan aturan tata ruang dan ketertiban di Kota Kendari.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaWaspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Sultra pada 8-9 Januari 2026
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







