Laut Dekat Pemukiman Warga Kabaena Berubah Warna Cokelat, Diduga Akibat Penambangan


Kendari - Foto udara memperlihatkan air laut di pesisir pantai dekat pemukiman warga berubah warna menjadi cokelat.
Kondisi ini terjadi Desa Pongkalero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam foto tersebut juga terlihat tumpukan sedimen lumpur di area muarai sungai yang melintasi pemukiman, air sungai juga nampak berwarna cokelat.
Perubahan warna ini diduga kuat akibat adanya aktivitas penambangan PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS).
Selain mencemari air laut, aktivitas penambangan juga diduga menjadi pemicu penyakit kulit.
Hal itu disoroti oleh aktivis yang juga politisi, Muh Amsar, kepada awak media pada Selasa (8/7).
Amsar bilang, bahwa pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi dan pelestarian lingkungan.
"Kami tidak menolak investasi, tetapi dampak lingkungannya tak bisa diabaikan. Kami merasakan langsung akibatnya," katanya.
Dia mengingatkan perlunya perhatian khusus terhadap dampak pertambangan di pulau-pulau kecil seperti Kabaena.
"Pertemuan pengusaha pertambangan di Jakarta seharusnya juga membahas isu krusial ini," katanya.
"Menolak pertambangan bukan solusi, tetapi dampak lingkungannya harus diperhatikan. Kami bukan menolak kemajuan, tetapi meminta tanggung jawab atas dampak yang kami rasakan,” tegasnya.
Dia meminta pemerintah bertindak tegas terhadap PT TBS jika perusahaan tersebut mengabaikan dampak lingkungannya.
"Jika perlu, tutup saja PT TBS jika mereka acuh tak acuh. Pemerintah harus mengawasi dan memastikan solusi atas dampak pertambangan ini,” tegasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaBand Lokal Bakal Unjuk Gigi di Kendari Rock Festival 2025, Ini Jadwal dan Lokasinya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







