LPPHI Laporkan Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif di Bombana ke KPK


Jakarta - Lembaga Pemantau Penegakan Hukum Indonesia (LPPHI) melaporkan dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di Kabupaten Bombana ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (10/4).
"Yang kami laporkan adalah dugaan korupsi perjalanan fiktif oleh Bupati dan Ketua DPRD Bombana pada periode 2021," kata Sekretaris Jenderal LPPHI, Alki Sanagri, kepada media ini.
Alki mengungkapkan, pada 2021 Pemkab Bombana merealisasikan anggaran Belanja Perjalanan Dinas sebesar Rp 74.562.966.612.
Namun dalam pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan kejanggalan pada bukti-bukti pertanggung jawaban atas kegiatan perjalanan dinas tersebut sebesar Rp 4.322.153.519.
"Yang jadi temuan BPK RI itu totalnya kurang lebih Rp 4,9 miliar. Dengan rincian Rp 4.322.153.519,00 tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, sedangkan yang Rp 591.475.800,00 penggunaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Alki.
Ketua Bidang Advokasi dan Kemitraan LPPHI, Tomi Dermawan, juga mengungkapkan bahwa temuan Rp 4,9 terbagi dalam tujuh item kegiatan.
Pertama, temuan pada pembayaran biaya penginapan dibuat tidak sesuai kondisi sebenarnya senilai Rp 4.322.153.519.
Kedua, pelaksanaan perjalanan Dmdinas pada Sekretariat DPRD di masa APBD awal melebihi anggaran APBD induk
Ketiga, perjalanan dinas dalam rangka mengikuti bimbingan teknis anggota DPRD tidak Sesuai Ketentuan Senilai Rp 350.000.000.
Empat, perjalanan dinas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan total senilai Rp 13.340.000.
Lima, kelebihan jumlah pembayaran perjalanan dinas dalam daerah senilai Rp 28.990.000.
Keenam, kelebihan jumlah pembayaran perjalanan dinas luar daerah Senilai Rp 109.520.800, dan terakhir perjalanan dinas tumpang tindih senilai Rp 89.625.000.
"Data ini sudah sangat jelas menurut kami, tinggal bagaimana pihak KPK mengembangkan apa yang sudah kami laporkan hari ini," kata Tomi.
Dewan Pembina LPPHI, Hendro Nilopo, mendesak KPK agar segera memproses laporan tersebut.
"Harapan kami agar dengan adanya laporan tersebut, pihak KPK RI segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat," tegasnya.
Hendro menegaskan akan mengawal kasus tersebut bersama seluruh pengurus LPPHI sampai ada kepastian dan penegakan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, Sultranesia belum berhasil mengonfirmasi pihak-pihak yang dilaporkan atas dugaan SPPD fiktif di Bombana.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaOPINI: Kelor Sebagai Terapi Penyakit Diabetes
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







