Lumba-Lumba Disembelih di Muna, KKP dan Aparat Hukum Dalami Kasus


Muna - Seekor lumba-lumba, mamalia laut yang dikenal cerdas dan jinak, berakhir tragis di tangan manusia. Peristiwa penyembelihan itu terjadi di Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, pada Jumat (7/3) siang.
Aksi tersebut terekam dalam video berdurasi 59 detik yang beredar luas di grup WhatsApp pada hari yang sama, memicu perhatian publik dan aparat hukum.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kendari segera turun tangan.
Bersama penyuluh perikanan dan aparat penegak hukum, termasuk Babinsa setempat, mereka tengah mendalami motif di balik tindakan tersebut.
“Saat ini, masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk menelusuri motif serta bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh terduga pelaku,” ujar Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin, dikutip dari ANTARA, Sabtu (8/3).
Dari hasil verifikasi lapangan, KKP memastikan kejadian tersebut benar adanya. Namun, pelaku yang diduga melakukan penyembelihan bukan bagian dari kelompok nelayan di Desa Komba-Komba.
Sebagai langkah lanjut, KKP terus berkoordinasi dengan penyuluh perikanan dan aparat setempat untuk menangani kasus ini.
Selain itu, mereka akan menggelar sosialisasi kepada terduga pelaku guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Lumba-lumba, yang dikenal dengan nama ilmiah Delphinus delphis, bukan sekadar penghuni lautan. Ia adalah simbol kecerdasan dan keharmonisan ekosistem. Namun, nasibnya di perairan Muna berujung pada tajamnya bilah pisau manusia.
Tindakan ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024.
Menangkap dan memanfaatkan lumba-lumba tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang dapat berujung pada sanksi tegas.
Namun, implementasi UU tersebut oleh KKP masih menunggu keputusan lebih lanjut, seiring dengan adanya putusan sela Mahkamah Konstitusi yang menunda penerapannya.
Sementara itu, KKP masih terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (UPT DJPKRL) Makassar untuk menindaklanjuti kasus ini.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaAndi Syarifuddin Terpilih Sebagai Ketua BPD KKSS Bombana Periode 2025-2030
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







