Manajer Koperasi di Kendari Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pelecehan Seksual


Kendari - Seorang manajer Koperasi Karya Samaturu berinisial K dilaporkan ke Polresta Kendari atas dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang karyawan swasta berusia 18 tahun berinisial W. Laporan tersebut resmi dimasukkan ke kepolisian pada Selasa, 2 Desember 2025.
Peristiwa yang dilaporkan korban terjadi di kantor koperasi yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Insiden terakhir dialami korban pada Jumat, 28 November 2025 sekitar pukul 10.00 WITA.
Menurut keterangan korban dalam laporan pengaduan, kejadian bermula ketika ia sedang berbincang dengan dua rekannya. Secara tiba-tiba, terlapor K mendekat dan diduga melakukan tindakan tidak senonoh, mulai dari mencolek pinggang hingga leher korban.
“Terlapor mendekatkan badannya di belakang saya hingga saya dapat merasakan bagian tubuhnya menempel di punggung saya,” ujar korban dalam laporan tersebut.
Korban mengaku berusaha menjauh, namun K justru diduga memeluknya dari belakang dan mencoba mendorongnya masuk ke dalam sebuah kamar. Merasa terancam, korban melawan sambil menangis hingga akhirnya terlapor melepas pelukannya.
Trauma atas kejadian itu membuat korban memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia berharap proses penegakan hukum dapat berjalan cepat dan memberikan keadilan.
Ketua YLBH Sultra, Fadri Laulewulu, yang mendampingi korban turut mendesak pihak kepolisian agar segera memproses laporan tersebut. Ia menyebut tindakan yang dialami korban turut membuat korban meninggalkan pekerjaannya.
“Harapannya laporan ini segera diproses karena akibat kejadian itu korban W memilih keluar dari tempat kerjanya,” kata Fadri.
Ia juga mengungkap adanya dugaan bahwa terlapor kerap melakukan tindakan serupa kepada pekerja lain di koperasi tersebut. Namun para korban lain diduga enggan melapor karena posisi pelaku sebagai manajer.
“Laporan ini kami ajukan agar ada efek jera kepada pelaku dan untuk mencegah tindakan kekerasan seksual kembali terjadi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak manajer koperasi maupun pihak terkait lainnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPolda Sultra Turunkan Ribuan Personel Amankan Nataru 2025, Ini Fokus Utamanya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







