Mantan Kepsek STM Kendari Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi


Kendari - Polresta Kendari menetapkan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 atau STM Kendari berinisial MFS (58) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada 27 Oktober 2023.
"Setelah diperiksa sebagai tersangka, MFS langsung ditahan pada 2 November 2023," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi.
AKP Fitrayadi menerangkan, tersangka diduga melakukan korupsi penyalahgunaan dana bantuan pembangunan fisik atau redesain ruang praktikum siswa teknik mesin SMKN 2 Kendari dengan total anggaran Rp 2,3 miliar.
"Anggaran proyek tersebut berasal dari DIPA Satker Direktorat SMK Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2021," ungkapnya.
Fitrayadi mengungkapkan, pada 2021 SMKN 2 Kendari ditetapkan sebagai salah satu sekolah penerima bantuan pengembangan sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan berdasarkan keputusan Dirjen Pendidikan Kebudayaan senilai Rp 2,3 miliar.
Dana bantuan itu digunakan untuk pembangunan ruang praktikum siswa teknik mesin, dan tersangka sebagai Kepsek SMKN 2 Kendari saat itu sebagai pengelola anggaran menunjuk beberapa orang melalui surat keputusan untuk mengerjakan proyek tersebut dengan sistem swakelola.
"Dana bantuan tersebut diserahkan Kementrian dalam bentuk tunai secara dua tahap, pertama 70 persen, dan kedua 30 persen. Kemudian pekerjaan dimulai," jelasnya.
Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan dari Kementrian menemukan bahwa konstruksi bangunan ruang praktikum siswa itu tak layak pakai dan gagal kontruksi.
"Diduga ada penyalahgunaan kewenangan yang membuat pembangunan gedung tersebut tidak sesuai apa yang telah ditentukan oleh Kementrian Dikbudristek," ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan audit, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 1,25 miliar dari proyek tersebut.
"Terhadao tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaHarga Cabai di Pasar Tradisional Kendari Semakin Pedas
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







