Masalah Sapi Berkeliaran di Mubar: Ancaman Nyata bagi Keselamatan


Muna Barat - Masalah hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya Muna Barat terus menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat.
Meskipun telah diterapkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2022 untuk menegakkan ketertiban umum terkait hewan ternak, implementasinya masih jauh dari memadai, meninggalkan jejak kerugian yang signifikan.
Warga seperti Rike Rizal mengekspresikan kegelisahan mereka terhadap keselamatan pribadi dan gangguan terhadap sektor pertanian.
"Sangat membahayakan sekali, apalagi kotorannya terhambur di jalan," ujarnya dengan nada kekesalan yang nyata.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Nuryanto, seorang tokoh lokal, menyoroti dampak negatif terhadap perekonomian akibat sistem peternakan yang tidak teratur.
"Kalau di Muna Barat peternak sapi sistemnya seperti itu, masyarakat Muna Barat akan terhambat perekonomiannya, terutama di bidang pertanian dan bisa-bisa wilayah kita akan ketinggalan dengan daerah lain," jelasnya.
La Ode Aliasa, yang pernah menjadi korban kecelakaan akibat keberadaan sapi yang tidak terkendali, juga mengingatkan akan bahaya nyata yang dihadapi masyarakat setempat.
"Saya pernah menjadi korban ditabrak sapi yang lari di sekitar tikungan Desa Katobu, Kecamatan Wadaga dekat sumur," kenangnya dengan penuh emosi.
Kekhawatiran ini bukan sekadar retorika belaka; dampak ekonomi dari keadaan ini sangat terasa. Gangguan terhadap sektor pertanian akibat hewan ternak yang tidak terkendali dapat menghambat potensi hasil pertanian dan berkontribusi pada ketidakstabilan ekonomi lokal.
Menanggapi situasi ini, perlu adanya respons cepat dan tindakan yang efektif dari pemerintah daerah untuk menegakkan peraturan yang ada dan mengatasi masalah ini secara menyeluruh.
Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, peternak, dan masyarakat menjadi kunci dalam menemukan solusi yang berkelanjutan untuk memastikan ketentraman dan kesejahteraan bagi semua pihak terlibat di Muna Barat.
Sektor pertanian, yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi lokal, perlu mendapatkan perlindungan dan regulasi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan dari keberadaan hewan ternak yang tidak terkendali.
Implementasi yang lebih baik dari peraturan yang ada dan kesadaran kolektif dari seluruh stakeholder adalah langkah krusial dalam mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa Muna Barat dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaMobil Warga di Depan Kampus UHO Kendari Dibakar OTK
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







