Melawan saat Ditangkap, Pencuri 62 Motor Lintas Daerah di Sultra Ditembak Polisi


Kendari - Aksi perlawanan dilakukan seorang pria berinisial P (25) saat hendak ditangkap polisi. Karena berusaha kabur dan melawan petugas, P terpaksa ditembak di bagian kaki. Ia diduga sebagai pelaku pencurian 62 unit sepeda motor yang beraksi lintas daerah di Sulawesi Tenggara.
Pelaku diamankan oleh Satreskrim Polresta Kendari di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (28/1). P diketahui merupakan warga Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tindakan tegas terukur dilakukan karena tersangka melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
“Pelaku sudah kami tangkap. Saat penangkapan yang bersangkutan berusaha melarikan diri dan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Welliwanto, Jumat (30/1).
Kasus ini terungkap berawal dari laporan korban berinisial FS (22), yang kehilangan sepeda motornya di Jalan Wanggu, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada Rabu, 24 Desember 2025.
Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari sehari kemudian.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengidentifikasi dan memburu pelaku hingga berhasil menangkapnya. Dari hasil pemeriksaan, P mengaku telah melakukan pencurian di 62 lokasi berbeda.
Rinciannya, 34 kali beraksi di Kota Kendari, 11 kali di Kabupaten Konawe, dan 17 kali di Kabupaten Konawe Selatan. Dalam menjalankan aksinya, P tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh beberapa orang dengan peran yang berbeda-beda.
“Pelaku tidak beraksi sendirian. Ada beberapa rekan yang membantunya dan identitas mereka sudah kami kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran,” jelas Welliwanto.
Modus yang digunakan terbilang sederhana. Pelaku lebih dulu mengincar sepeda motor yang terparkir tanpa kunci setang. Motor kemudian didorong ke tempat sepi, diutak-atik bagian kontak, lalu dibawa kabur.
Motor hasil curian tersebut dijual kepada rekan-rekannya dengan harga bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga jutaan rupiah. Uang hasil penjualan digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.
Saat ini, P telah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari masih terus memburu pelaku lain serta melacak barang bukti sepeda motor yang telah dijual.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaBeda dengan MIND ID, Menkeu Nilai Perminas Lebih Menguntungkan bagi Negara
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







