Menko Zulhas Pastikan Pupuk Bersubsidi di Konawe Selatan Lancar, Stok Capai 985 Ton

Sultranesia
2 Min Baca
Menko Zulhas Pastikan Pupuk Bersubsidi di Konawe Selatan Lancar, Stok Capai 985 Ton
Menko Zulhas saat berdialog dengan ratusan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Konawe Selatan - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam kondisi lancar.

Hal itu disampaikan Menko Zulhas saat berdialog dengan ratusan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026).

Dalam dialog tersebut, Zulhas secara langsung mengecek kondisi pupuk bersubsidi yang diterima petani di lapangan.

“Pupuk bagaimana pupuk?” tanya Zulhas kepada para petani.

Pertanyaan itu langsung dijawab serempak oleh ratusan petani yang hadir. “Lancar.”

Tak hanya soal ketersediaan, Zulhas juga menanyakan harga pupuk bersubsidi yang dibeli petani. Ia menyebut pemerintah telah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak akhir 2025.

“Harga pupuk bagaimana? Baru kali ini harga pupuk bersubsidi turun kan?” ujar Zulhas.

Menurut Zulhas, kemudahan petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha tani.

Kebijakan tersebut, kata dia, juga dibarengi dengan peningkatan harga gabah sehingga diharapkan memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan petani.

Zulhas menyebut sejumlah kebijakan pemerintah turut mendorong peningkatan nilai tukar petani. Bahkan, ia mengklaim nilai tukar petani saat ini telah mencapai angka 131.

“Ada kabar gembira, nilai tukar petani kita meningkat lagi 131, artinya petani padi, petani jagung alhamdulillah sepanjang sejarah nilai tukarnya paling tinggi sekarang ini, jadi termasuk makmur, berhasil,” kata Zulhas.

Ia menambahkan, kebijakan di sektor pertanian tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kebijakan-kebijakan yang tepat terbukti bisa meningkatkan produktivitas, kita swasembada, tidak impor beras lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Ninis K. Adriani menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero), khususnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Menurut Ninis, berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah kepada petani turut membuat penyerapan pupuk bersubsidi menjadi lebih optimal.

Secara nasional, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi hingga 5 Oktober 2026 telah mencapai 70 persen atau sebanyak 6.934.553 ton dari total alokasi 9.845.686 ton.

Untuk Sulawesi Tenggara, realisasi penebusan pupuk bersubsidi mencapai 58 persen atau 77.054 ton dari alokasi sebanyak 133.541 ton.

Realisasi tersebut terdiri dari Urea sebanyak 26.541 ton, NPK Phonska 6.899 ton, NPK Khusus Kakao 6.997 ton, pupuk organik 1.766 ton, dan SP-36 sebanyak 1.225 ton.

Pupuk Indonesia juga memastikan stok pupuk bersubsidi di Sultra tetap tersedia untuk mendukung penyerapan hingga akhir tahun.

Per 6 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi yang disiapkan di Sultra mencapai 18.208 ton. Rinciannya, Urea 4.969 ton, NPK Phonska 11.951 ton, NPK Kakao 882 ton, pupuk organik 44 ton, ZA 156 ton, dan SP-36 sebanyak 206 ton.

Khusus di Kabupaten Konawe Selatan, Pupuk Indonesia menyiapkan stok sebanyak 985 ton.

Stok tersebut terdiri dari Urea 403 ton, NPK Phonska 466 ton, NPK Kakao 109 ton, ZA 6 ton, dan SP-36 sebanyak 1 ton.

Dengan ketersediaan tersebut, Pupuk Indonesia memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di Konawe Selatan tetap dapat dipenuhi untuk mendukung kelancaran musim tanam.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaUsai Lantik DPW-DPD PAN se-Sultra, Zulhas Minta Pengurus Dukung Pemerintah: Jangan Ikut Nyerang
Bagikan:

Baca Juga