Negara Rugi Rp 5,7 Triliun Akibat Ilegal Mining di Blok Mandiodo Konut


Kendari - Negara dirugikan Rp 5,7 Triliun akibat aktivitas penambangan ilegal di Blok Mandiodo di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Perhitungan kerugian negara itu dirilis oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra pada Rabu (12/7).
"Kerugian negara akibat kegiatan pertambangan ilegal di Blok Mandiodo berdasarkan perhitungan sementara auditor mencapai Rp 5,7 Triliun," kata Asisten Bidang Intelijen Kejati Sultra, Ade Hermawan.
Diketahui, penyidik Kejati Sultra saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pertambangan di wilayah IUP PT Antam di Blok Mandiodo.
Teranyar, pada Rabu, 12 Juli 2023, tim penyidik Kejati Sultra menangkap Direktur PT Lawu Agung Mining, Ofan Sofwan yang merupakan tersangka dalam kasus korupsi pertambangan di wilayah IUP PT Antam di Blok Mandiodo.
Ade Hermawan menjelaskan, penangkapan terhadap Ofan Sofwan dilakukan setelah yang bersangkutan mangkir dari panggilan penyidik sebanyak dua kali.
"Sekitar pukul 17.00 WIB tersangka berhasil ditangkap oleh tim penyidik Kejati Sultra yang dibantu oleh Kejati DKI Jakarta dan Kejari Jakarta Barat di Gedung Lawu Tamansari Jakarta Barat," jelasnya.
Setelah ditangkap tersangka dibawa ke gedung bundar Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan. Untuk penahanannya, terdangka akan dititipkan di Rutan Salemba, dan dalam waktu dekat akan dibawa ke Kendari untuk proses selanjutnya.
Ade mengungkapkan, dalam proses penyidikan dugaan korupsi pertambangan di wilayah IUP PT Antam Konut, pihaknya sudah melakukan permohonan pengajuan pencekalan terhadap pemilik PT Lawu Agung Mining, Windu Aji.
Ade juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat di Kementrian ESDM RI. Dan dalan waktu dekat pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Plt Dirjen Minerba Kementrian ESDM.
Editor: Muh Fajar Ragil Ananta
Berita BerikutnyaAkhir Juli 2023, Ombudsman Sultra Bakal Lakukan Penilaian Pelayanan Publik
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







