Pakai Bom Ikan, Dua Nelayan di Kolaka Ditangkap Polisi


Kolaka - Dua nelayan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditangkap personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sultra karena diduga menggunakan bahan peledak jenis bom ikan untuk menangkap ikan di wilayah pesisir Desa Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa.
Penangkapan itu bermula dari patroli rutin tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra di kawasan pesisir. Saat melintas, petugas melihat seorang nelayan dengan gerak-gerik mencurigakan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah bahan peledak yang diduga kuat akan digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan secara ilegal.
“Pelaku kami amankan bersama barang bukti berupa enam botol kaca berisi pupuk siap ledak, dua botol plastik berisi pupuk, serta sepuluh buah dopis dan sejumlah barang lainnya,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tendri Wardi, Kamis (9/10).
Operasi penegakan hukum tersebut dipimpin oleh Ipda Rahmat Subair, bersama tim Subdit Gakkum Ditpolairud. Menurut Tendri, penggunaan bom ikan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan pelaku dan merusak ekosistem laut secara luas.
“Bom ikan bisa menghancurkan terumbu karang dan memusnahkan biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan sendiri. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Ditpolairud Polda Sultra memastikan akan terus memperketat patroli dan pengawasan di wilayah perairan Sultra.
Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik illegal fishing dan menjaga kelestarian sumber daya laut demi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaLa Ode Darwin Klaim Dapat Mandat Langsung Bahlil Lahadalia Pimpin Golkar Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







