Pemalangan Aktivitas PT IPIP Picu Ricuh Dua Kelompok, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sultranesia
2 Min Baca
Pemalangan Aktivitas PT IPIP Picu Ricuh Dua Kelompok, Polisi Lakukan Penyelidikan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga terjadi di lingkungan PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Pihak kepolisian menjelaskan terkait keributan yang melibatkan dua kelompok masyarakat di kawasan operasional PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (22/6).

Insiden yang sempat viral di media sosial itu diduga dipicu aksi pemalangan aktivitas perusahaan dan berujung pada ketegangan antar kelompok.

Dalam sejumlah video yang beredar, tampak beberapa orang diduga membawa senjata tajam saat keributan berlangsung.

Kapolres Kolaka, AKBP Yudha W Nugraha, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di kawasan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) PT IPIP.

"Benar ada kejadian pemalangan di kawasan IPIP dan sempat terjadi ketegangan antar dua kelompok masyarakat. Namun, situasi saat ini sudah kondusif,” kata AKBP Yudha saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (23/6).

Menurutnya, keributan bermula dari aksi pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap aktivitas PT IPIP.

Tindakan tersebut, lanjut Yudha, kemudian memicu reaksi dari pihak lain yang merasa dirugikan sehingga terjadi bentrokan.

"Adanya pihak yang merasa dirugikan akibat adanya pemalangan tersebut,” ujarnya.

Saat ditanya apakah benar aktivitas PT IPIP menjadi sasaran pemalangan, AKBP Yudha membenarkannya.

“Betul,” singkatnya.

Untuk mengantisipasi konflik susulan, Polres Kolaka bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah pengamanan di lapangan.

“Upaya mitigasi sudah dilakukan, baik dari kepolisian maupun instansi terkait dengan melaksanakan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi. Selain itu, juga direncanakan rapat koordinasi oleh Forkopimda Kabupaten Kolaka untuk mencari solusi,” jelasnya.

Terkait dugaan penggunaan senjata tajam yang terlihat dalam video beredar, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan para pihak sudah diundang untuk diambil keterangan,” katanya.

Diketahui, PT IPIP merupakan salah satu proyek strategis pengolahan nikel yang tengah berkembang di Kabupaten Kolaka.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut stabilitas keamanan di kawasan industri yang memiliki peran penting terhadap investasi dan pembangunan ekonomi daerah.

Aparat keamanan diharapkan dapat mengusut tuntas penyebab keributan tersebut serta mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum demi menjaga kondusivitas wilayah dan iklim investasi di Kabupaten Kolaka.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaPemkot Kendari Paparkan Realisasi APBD 2025 di Hadapan DPRD
Bagikan:

Baca Juga