Pembunuh ASN Dinkes Muna Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara


Kendari - Abdul Kadir Bahar (43), Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Muna, tewas di tangan rekannya, Nazli (23). Sebelum dibunuh, korban dan tersangka sempat terlibat cekcok mulut di dalam kamar hotel, yang menyebabkan tersangka merasa tersinggung dan akhirnya menghabisi korban.
Peristiwa tragis ini terjadi di dalam kamar Hotel Alvis Jaya, Jalan AH Nasution, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9 Januari 2025 sekitar pukul 16.00 Wita. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tertutup selimut putih bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk benda tajam di sekujur tubuhnya.
Kejadian ini menggegerkan warga setempat, terutama setelah pelaku diketahui melarikan diri setelah menghabisi nyawa korban. Kasus ini segera menjadi perhatian pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari. Tim Buser 77 turun tangan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Setelah beberapa jam melakukan penyelidikan, Tim Buser 77 berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya. Pelaku diringkus di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 10 Januari 2025, dan langsung digelandang ke Polresta Kendari melalui jalur darat.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro, mengatakan bahwa selain tersangka, Tim Buser 77 mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis kerambit (pisau genggam kecil berbentuk melengkung) berwarna hitam yang digunakan tersangka untuk membunuh korban.
“Kami juga mengamankan dompet warna hitam berisikan kartu identitas dan surat-surat kendaraan milik korban,” ucap Eko Widiantoro saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Kendari, Senin (13/1).
Selain itu, polisi juga mengamankan selimut motif bunga merah yang terdapat bercak darah, seprei motif kotak-kotak warna putih cream milik hotel, serta baju kaos putih milik korban.
Kronologi Pembunuhan ASN Dinkes Muna
Kapolresta Kendari Kombes Pol Eko Widiantoro menjelaskan kronologi lengkap kasus pembunuhan ini. Pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, korban mengajak tersangka untuk minum-minuman keras (miras) di hotel melalui pesan WhatsApp. Tersangka tiba di hotel sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung bertemu dengan korban.
“Setelah sampai di kamar hotel, tersangka langsung bertemu dengan korban dan menanyakan terkait miras sudah ada atau belum,” terang Kapolresta Kendari menirukan ucapan tersangka.
Korban menjelaskan bahwa ia sedang menunggu temannya untuk membeli miras. Sambil menunggu, keduanya terlibat percakapan yang berujung pada cekcok mulut.
“Setelah itu, korban dan tersangka terlibat cekcok adu mulut yang membuat tersangka tersinggung, mengakibatkan terjadinya perkelahian antara mereka berdua,” ujarnya.
Polisi belum menjelaskan secara rinci faktor yang menyebabkan ketersinggungan pelaku terhadap korban. Dalam perkelahian itu, tersangka mengambil kerambit yang disembunyikan di bawah bantal dan menikam bagian leher korban, menyebabkan korban terjatuh ke lantai.
Setelah korban terjatuh, tersangka kembali menikam korban secara membabi buta, menyebabkan korban mengalami 21 luka tusuk dan sabetan yang akhirnya merenggut nyawa korban.
Setelah korban meninggal, tersangka menutup jenazah dengan selimut hotel dan baju kaos putih milik korban.
“Tersangka mencuci tangan yang berlumuran darah di kamar mandi, lalu duduk merokok sambil berpikir untuk menghilangkan jejak,” ungkapnya.
Tersangka kemudian mengambil handphone dan dompet milik korban serta membawa kerambit yang digunakan untuk membunuh. Lalu, tersangka keluar dan mengunci pintu kamar hotel dari luar agar tidak ada orang yang masuk. Pada pukul 18.00 Wita, tersangka meninggalkan hotel tanpa ada yang menyadari.
“Tersangka pergi ke sekitar kampus untuk membuang kerambit, dompet, dan kunci kamar milik korban, sebelum melarikan diri ke Morowali,” pungkas Eko.
Tersangka kini dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaJaelani dan La Ode Burhanudin Tegaskan Komitmen Kawal Kepentingan Nelayan di Muna Barat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







