Pembunuh Bocah 4 Tahun di Konsel Ditangkap, Diduga Ada Motif Pelecehan


Kendari - Polres Konawe Selatan (Konsel) menangkap seorang pria bernama Afdan (21), pelaku pembunuhan terhadap anak berusia empat tahun, berinisial NNH di Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Afdan ditangkap tanpa perlawanan saat berada di kebun Desa Tetesingi, Sabtu (13/9) pagi.
Kapolres Konsel, AKBP Febry Sam, menjelaskan penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Hasil pemeriksaan mengarah pada Afdan yang merupakan tetangga korban.
“Di kamar pelaku, tim menemukan sejumlah barang yang mencurigakan. Di antaranya koper, bantal, guling, selimut, sarung, serta sandal dan celana milik korban. Semua barang ini sudah kami amankan sebagai barang bukti,” kata Febry di RS Bhayangkara Kendari.
Polisi kemudian menelusuri keberadaan Afadan yang diketahui sedang bekerja di kebun di Desa Tetesingi. Pelaku langsung ditangkap dan digelandang ke Mapolres Konsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Febry menyebutkan, selain dugaan pembunuhan, ada indikasi kuat korban juga mengalami pelecehan seksual. Namun, kepastian kasus tersebut masih menunggu hasil autopsi Tim Dokpol RS Bhayangkara Kendari.
“Kalau dari keterangan awal, pelaku yang mengajak korban. Ada indikasi pelecehan seksual, tetapi ini masih kami dalami,” ujarnya.
Sebelumnya, N dilaporkan hilang pada Kamis (11/9/2025) setelah bermain bersama teman-temannya di kebun dekat rumah.
Korban sempat pulang lebih dulu, namun tidak kunjung kembali. Keluarga lalu melaporkan kehilangan tersebut, hingga tim SAR gabungan bersama polisi melakukan pencarian.
Pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 08.00 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam karung di kebun Desa Tolu Wonua. Penemuan ini dibenarkan Humas Basarnas Kendari, Wahyudi.
“Benar, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, terbungkus karung. Proses evakuasi menunggu pihak kepolisian,” jelas Wahyudi.
Saat ini jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Kendari untuk diautopsi, sementara pelaku A diamankan di Mapolres Konsel. Polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kasus ini.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPos Polisi Lalu Lintas di Kota Kendari Akan Kembali Diaktifkan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







