Pemkot Kendari Warning PKL Segera Tinggalkan Areal Tapak Kuda


Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperingatkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang wilayah Tapak Kuda agar segera meninggalkan tempat itu dan membongkar lapak dagangannya secara mandiri.
Hak itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, kepada awak media, Kamis (19/10).
Erlis mengungkapkan pihaknya telah menyebarkan surat peringatan kepada para pedagang agar segera membongkar lapak dagangannya sendiri karena keberadaan mereka melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Sekarang sudah tahap penyuratan ketiga. Kita sudah menyampaikan surat ketiga kepada pedagang mulai dari pom bensin (SPBU Tapak Kuda) ke arah jembatan (Tripping) terus dari arah segitiga Tapak Kuda," ungkap Erlis.
Erlis tak membantah jika saat menyampaikan surat peringatan tersebut masih ada beberapa pedagang yang menolak untuk dipindahkan. Namun pihaknya memastikan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Nomor 1 Tahun 2021 tetap harus dilaksanakan.
"Mereka harus membongkar sendiri kalau tidak ada ijin dan menyesuaikan sempadannya, menyesuaikan pola ruangnya apakah sudah sesuai dengan perdagangan barang dan jasa," ujarnya.
Dia memastikan, jika pedagang di areal Tapak Kuda masih bersikukuh tak ingin meninggalkan lokasi, maka pihaknya tetap akan melaksanakan amanat Undang-undang yakni melaksanakan pemutusan fasilitas umum seperti pemutusan aliran listrik, jaringan air, telekomunikasi, akses persampahan, dan layanan publik lainnya.
"Kita harus taat hukum, harus taat aturan, siapa yang mengikuti hukum kalau bukan kita sendiri. Kita harus tertib hukum agar masyarakatnya maju dan sejahtera. Kalau alasan berdagang di kawasan tersebut untuk mencari nafkah, maka harus dilakukan di tempat yang benar tempatnya," pungkasnya.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaPelaku Penyerangan STM Kendari Terekam Kamera CCTV
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







