Penasihat Hukum: Nahwa Umar Menghargai Proses Hukum


Kendari - Nama Nahwa Umar tentu masih segar dalam ingatan masyarakat Kota Kendari. Dia adalah sosok mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendari yang telah memberikan banyak prestasi untuk Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Namun sayang saat ini publik telah menghakiminya karena dugaan keterlibatannya dalam dugaan korupsi Bagian Umum, Sekretariat Pemkot Kendari Tahun 2020, dengan kerugian negara Rp 400 jutaan.
Penasehat Hukum (PH) Nahwa Umar, Safarullah, meminta masyarakat untuk tetap menghargai proses hukum yang sedang dijalani Nahwa yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi di Kota Kendari.
Safarullah dalam keterangan persnya mengatakan bahwa dirinya memutuskan menjadi PH Mantan Sekda Kota Kendari karena prihatin dengan kasus yang menimpa Nahwa Umar. Dimana di tahun 2020 Sekda Kendari saat itu berjibaku dengan kasus Covid-19, dan Sekda menjadi Gerda terdepan untuk Pemkot Kendari.
“Kita bisa bayangkan sibuknya menjadi Sekda, bukan hanya satu urusan yang dia harus urus. Apalagi saat itu Covid-19 lagi ramai-ramainya ,” kata pengacara senior itu.
Advokat yang juga Sekretaris DPD Gerindra Sultra itu bilang, akibat kelalaian kecil Nahwa Umar itu yang membuat ia harus menghadapi musibah yang mengganggu pensiunnya.
Dan bahkan publik pun menghakimi Mantan Sekda tanpa menunggu hasil akhir dari proses hukum.
“Ini ibarat pepatah, panas setahun diguyur hujan sehari. Menghakimi secara sepihak sementara proses hukum belum masuk proses persidangan,” katanya.
Safarullah juga mengatakan Kliennya yang merupakan ibu dari Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sultra yang merupakan sayap Partai Gerindra akan sangat menghargai proses hukum yang dilakukan oleh Kejari Kendari. Dan dirinya juga berupaya akan melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai Lawyer dengan baik.
“Sebagai pengacara kami akan bekerja secara profesional dan tepat, tentunya tanpa mempengaruhi kerja-kerja para penegak hukum,” pungkasnya. Adv.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPria 69 Tahun di Muna Gantung Diri, Sempat Minta Ini ke Keluarga Sebelum Meninggal
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







