Pencuri Sapi di Busel Libatkan Empat Anak di Bawah Umur untuk Jalankan Aksinya


Busel - Pencurian sapi di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) terbongkar. Aksi ini dilakukan dengan modus memasang jerat di jalur yang biasa dilalui ternak warga. Mirisnya, pelaku utama melibatkan empat anak di bawah umur untuk membantu menjalankan aksinya dengan iming-iming upah ratusan ribu rupiah.
Pelaku berinisial R (30) diketahui memasang jerat di kawasan hutan sekitar Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga. Jerat tersebut dipasang di titik-titik strategis yang kerap dilintasi sapi milik warga.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, menjelaskan pelaku sengaja memilih lokasi yang sering menjadi jalur ternak agar memudahkan aksinya.
"Pelaku memasang jerat di lokasi yang biasa dilalui ternak, lalu menunggu hingga ada sapi yang terjerat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3).
Dalam aksinya, R tidak bekerja sendiri. Ia melibatkan empat anak di bawah umur masing-masing berinisial W (17), MF (17), FJ (12), dan FW (14). Mereka diminta memantau jerat yang dipasang di kawasan hutan Kambe-kambero.
Para anak tersebut dijanjikan upah sebesar Rp200 ribu per orang jika jerat berhasil menangkap sapi.
“Anak-anak ini disuruh mengecek jerat. Kalau ada sapi yang kena, mereka langsung melapor dan akan diberi upah,” jelas Sunarton.
Dari hasil pemeriksaan, keempat anak itu mengaku hanya bertugas memastikan jerat bekerja dan melaporkan hasilnya kepada pelaku. Sapi yang terjerat kemudian diambil oleh R untuk dijual.
Kasus ini terungkap setelah seorang peternak, Laode Marzuki, melaporkan kehilangan satu ekor sapi dengan kerugian sekitar Rp15 juta. Warga sebelumnya juga sempat mencurigai aktivitas pelaku saat memasang jerat di area tersebut.
Tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Buton bersama Polsek Batauga kemudian bergerak cepat dan mengamankan R beserta empat anak yang terlibat pada Rabu (18/3).
Saat ini, R telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara empat anak yang dilibatkan berstatus sebagai saksi.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaWali Kota Kendari Pilih Lapangan Kancil Anduonohu untuk Salat Idulfitri 1447 Hijriah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







