Penyelundupan 13 Kg Sabu ke Kendari Berhasil Digagalkan, Dua Kurir Ditangkap


Kendari - Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 13 kilogram yang akan dibawa ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau bersama Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Jumat (15/8).
Dua kurir berinisial A (40) dan AP (28) ditangkap bersama istri mereka, SS dan EF, saat hendak terbang menuju Kendari. Dari koper yang mereka bawa, petugas menemukan sabu seberat 6 kilogram.
"Selain barang bukti di bandara, penggeledahan di kontrakan para tersangka di Pekanbaru juga ditemukan 7 kilogram sabu,” ungkap Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, dalam keterangannya, Senin (18/8), dikutip dari Riausatu.com.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan berawal dari informasi yang diterima tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kompol Ryan Fajri. Petugas Avsec Bandara SSK II sebelumnya mencurigai koper milik kedua tersangka saat pemeriksaan di X-Ray.
Tim kepolisian kemudian turun ke lokasi dan menemukan lima koper berisi 24 bungkus sabu dengan total berat sekitar 6 kilogram.
Setelah diinterogasi, A dan AP mengaku masih menyimpan sabu lainnya di kontrakan mereka di Jalan Keliling, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu koper berisi 29 bungkus sabu dengan berat sekitar 7 kilogram, serta sebuah timbangan digital.
Dari keterangan tersangka, total sabu yang mereka terima dari seorang suruhan berinisial M adalah sekitar 15 kilogram. Barang haram itu diberikan di sebuah hotel di Pekanbaru, lalu mereka pecah menjadi 61 paket, 60 bungkus masing-masing seberat 250 gram dan satu bungkus kecil seberat seperempat ons.
Dari jumlah tersebut, delapan bungkus telah dikembalikan ke M, 24 bungkus diamankan di bandara, dan 29 bungkus sisanya ditemukan di kontrakan.
Polisi juga mengungkap, A dan AP hanya berperan sebagai kurir. Mereka diperintah oleh seorang bandar berinisial H, dengan M sebagai perantara yang kini masuk daftar pencarian.
“A sudah lima kali mengantarkan sabu dengan bayaran Rp 60 juta per kilogram, sedangkan AP sudah tiga kali dengan upah Rp 50 juta per kilogram. Namun dari pengiriman kali ini, keduanya baru menerima Rp 10 juta,” jelas Kombes Putu.
Selain 13 kilogram sabu, polisi turut menyita enam koper berbagai warna, uang tunai jutaan rupiah, serta timbangan digital.
Meski istri kedua tersangka ikut diamankan saat penangkapan di bandara, Kombes Putu menegaskan mereka tidak mengetahui aktivitas penyelundupan narkotika tersebut.
Kini, A dan AP mendekam di sel tahanan Ditresnarkoba Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih memburu H dan M yang diduga kuat sebagai pengendali utama jaringan narkoba lintas provinsi ini.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBupati Mubar Serahkan Bantuan Pertanian-Perikanan di Puncak Peringatan HUT RI ke-80
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







