Pesta Miras Berujung Luka, Dua Pria di Konawe Ditebas Parang


Konawe - Suasana malam di Desa Momea, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, mendadak mencekam. Dua warga setempat mengalami luka parah setelah terlibat insiden berdarah yang dipicu oleh kesalahpahaman usai pesta minuman keras pada Minggu (13/10).
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pelaku bernama Albar (39) diduga melakukan pembacokan terhadap dua korban bernama Jasrun (50) dan Iron (48), yang juga merupakan warga Desa Momea.
“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku datang ke lokasi tempat para korban sedang duduk bersama beberapa warga lain. Pelaku sempat menanyakan soal penyulingan nilam, namun tidak digubris. Tak lama kemudian, pelaku kembali sambil membawa parang dan langsung menyerang korban,” jelas AKP Taufik, Selasa (14/10).
Akibat serangan mendadak itu, Jasrun mengalami luka di bagian punggung kiri, sementara Iron menderita luka robek cukup parah di kepala, leher belakang, tangan kiri, pelipis kiri, dan punggung.
Kedua korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Pelaku menyerahkan diri ke polisi usai melakukan penganiayaan," ungkapnya.
Sementara itu, barang bukti berupa sebilah parang milik pelaku telah diamankan polisi. Seorang saksi bernama Rajab turut dimintai keterangan untuk memperkuat hasil penyelidikan.
AKP Taufik mengungkapkan, motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut karena sedang mabuk dan tersinggung karena pertanyaan pelaku terkait nilam tak digubris kedua korban.
Kasus ini ditangani sebagai tindak pidana penganiayaan berat sesuai Pasal 351 KUHP.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSimalakama Tambang Batu di Bombana: Semua Pihak Harus Bijaksana
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







