Pj Bupati Kolut Siapkan Program Perlindungan Anak dari Putus Sekolah dan Kekerasan


Lasusua - Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) Yusmin menyiapkan program perlindungan khusus bagi anak-anak yang putus sekolah dan bahaya kekerasan.
Hal itu disampaikan Yusmin saat membuka sosialisasi pencegahan stunting di kalangan pelajar di Kolaka Utara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Lasusua, Sabtu (28/9).
Untuk program perlindungan anak dari putus sekolah, dia sudah memerintahkan Dikbud Kolut untuk mendata anak-anak kurang mampu untuk diberi bantuan pendidikan untuk melanjutkan sekolahnya.
Bantuan ini menyasar pada para pelajar yang belum mendapat Program Indonesia Pintar (PIP) dan akan mulai dijalankan di Tahun 2025.
Bantuan tersebut, kata Yusmin, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pelajar sehingga mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Kami akan mendata seluruh pelajar yang belum mendapatkan bantuan. Tidak ada alasan bagi anak-anak kita untuk berhenti sekolah karena masalah biaya. Pemerintah akan hadir untuk membantu, baik melalui PIP maupun bantuan dari pemerintah daerah,” kata Yusmin.
Dia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah merencanakan pembangunan asrama siswa di Kolaka Utara guna mempermudah akses pendidikan bagi pelajar yang berasal dari wilayah terpencil.
"Di masa depan, kami berencana membangun asrama siswa di Kolaka Utara, agar siswa dari desa-desa terpencil dapat lebih mudah mengakses pendidikan tanpa harus khawatir soal tempat tinggal. Kami ingin memastikan semua anak di Kolaka Utara mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.
Untuk perlindungan terhadap anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Dia juga meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk membuka posko pengaduan khusus untuk menangani kekerasan terhadap anak.
"Saya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap anak-anak kita. Saya meminta agar segera didirikan posko pengaduan di setiap kecamatan untuk menampung laporan dan membantu melindungi anak-anak kita dari kekerasan fisik maupun seksual. Generasi muda ini adalah masa depan Kolaka Utara, dan kita harus menjaganya dengan baik,” kata Yusmin.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan para pelajar di Kolaka Utara tidak hanya memahami pentingnya mencegah pernikahan dini dan stunting, tetapi juga mendapatkan akses pendidikan dan perlindungan yang lebih baik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang sehat dan berdaya saing.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDikbud Sultra Sosialisasi Cegah Stunting ke Pelajar di Kolut, Dibuka Pj Bupati
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







