PN Niaga Makassar Sita Sembilan Aset Umar Samiun Terkait Utang Piutang


Kendari - Mantan Bupati Buton dua periode, Samsu Umar Abdul Samiun, resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Makassar akibat permasalahan utang piutang yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Kepailitan Umar Samiun diputus melalui perkara Nomor 07/Pdt.Sus-PKPU.Pailit/2024/PN Niaga Makassar tanggal 14 November 2024.
Putusan tersebut kemudian diperkuat dengan putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 834K/Pdt.Sus-Pailit/2025 yang diketok pada 27 Agustus 2025.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan itu, PN Niaga Makassar bersama tim kurator melakukan penyitaan terhadap sembilan aset berharga milik Umar Samiun pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Penyitaan dilakukan di beberapa lokasi, termasuk di Kota Baubau dan Kabupaten Buton.
Kuasa hukum pemohon, Dedi Ferianto, menjelaskan bahwa penyitaan dilakukan oleh Juru Sita PN Makassar disaksikan oleh sejumlah saksi.
“Empat aset boedel pailit telah disegel, dan berita penyegelan dibacakan langsung di Kota Baubau,” kata Dedi, dalam keterangannya, Sabtu (11/10).
Dedi merinci, aset yang disegel meliputi empat bidang tanah dan bangunan di Kecamatan Wolio, Kota Baubau; dua bidang tanah di Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton; satu bidang tanah dan bangunan di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor; satu bidang tanah dan bangunan.
Lalu di Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang; serta satu bidang tanah dan bangunan di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Dengan adanya penyegelan ini, Umar Samiun tidak lagi memiliki hak untuk memindahnamakan atau memperjualbelikan aset-aset tersebut.
"Seluruh aset yang disegel nantinya akan dijual melalui proses lelang untuk melunasi utang debitur kepada para kreditur,” jelas Dedi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim kurator, Juru Sita PN Niaga Makassar, serta aparat kepolisian yang telah mengawal proses penyitaan sehingga berjalan aman dan lancar.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaGubernur Sultra: STQH Nasional 2025 di Kendari Dongkrak Ekonomi Daerah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







