Polda Sultra Bongkar Sindikat Pengoplos BBM Subsidi, 8.000 Liter Solar dan Minyak Tanah Disita


Kendari - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) membongkar praktik penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi skala jumbo di Kabupaten Muna Barat, dengan total barang bukti mencapai 8.000 liter BBM oplosan.
Pengungkapan markas BBM ilegal ini dipimpin langsung oleh Subdirektorat I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Sultra di pesisir pantai Desa Pajala, Kecamatan Maginti, Sabtu (6/6/2026) lalu.
Direktur Reskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Dodi Ruyatman, membeberkan bahwa sindikat ini terbilang rapi dalam menjalankan aksinya.
Mereka menjadikan sebuah kapal kayu tanpa nama yang bersandar di bibir pantai sebagai tempat penampungan akhir.
Berdasarkan hasil penyidikan, modus operandi licik komplotan ini terungkap melalui beberapa tahapan, dimana tersangka utama berinisial AB menimbun ribuan liter solar dan minyak tanah yang dibeli dari beberapa pemasok yakni LA, TK, dan MU.
BBM tersebut diangkut menggunakan mobil pick up dari SPBN di Kecamatan Mawasangka Tengah (Buton Tengah) menuju rumah AB di Desa Pajala hingga terkumpul 4.000 liter solar dan 4.000 liter minyak tanah.
Dalam kurun waktu 1 hingga 5 Juni 2026, BBM tersebut dipindahkan secara bertahap ke dalam kapal kayu. Pelaku menggunakan tandon berkapasitas 1.000 liter dan mesin pompa alkon untuk mencampur solar dan minyak tanah secara merata.
Hasil oplosan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam 43 drum plastik berukuran 200 liter yang disembunyikan di dalam lambung kapal kayu bercat putih, hijau, dan merah.
Saat melakukan penggerebekan, petugas mendapati AB bersama barang bukti 8 ton BBM campuran yang siap untuk diperjualbelikan secara ilegal.
Polisi langsung bergerak cepat melakukan pengembangan dan menciduk para penyuplai BBM yakni LA dan TK di Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna.
Sementara itu, satu tersangka lainnya berinisial MU saat ini masih dalam buruan petugas dan statusnya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Akibat perbuatan culasnya merugikan hak masyarakat kecil, ketiga tersangka kini harus mendekam di Rutan Polda Sultra. Penyidik menjerat mereka dengan pasal berlapis terkait tindak pidana migas:
"Para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda fantastis hingga Rp60 miliar," tegas Kombes Dodi.
Polda Sultra menegaskan tidak akan memberi ruang bagi mafia BBM bersubsidi yang merongrong perekonomian rakyat.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mencium adanya praktik penimbunan maupun niaga BBM ilegal di lingkungan sekitarnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaLulusan Baru Sulit Dapat Kerja, Pemkot Kendari Tawarkan Solusi Nyata ke Luar Negeri
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







