Polda Sultra Hentikan Seluruh Aktivitas Tambang PT BBDM di Buton


Buton – Personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pertambangan PT Bumi Buton Delta Megah (BBDM) di Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton, Sabtu (30/5/2026).
Kedatangan tim penyidik ini bukan sekadar kunjungan, melainkan instruksi tegas untuk menghentikan total seluruh aktivitas pertambangan yang dikelola oleh direksi versi Yori Yusran.
Langkah ini diambil menyusul status PT BBDM sebagai terlapor di Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen.
Saat tiba di lokasi, tim yang beranggotakan delapan personel langsung melakukan penyisiran di area konsesi. Di lapangan, ditemukan indikasi aktivitas yang masih berjalan, meskipun status lahan tersebut tengah dalam sengketa.
Sejumlah fakta ditemukan di lokasi diantara terkait aktivitas pertambangan, ditemukan titik bukaan lahan (pit) baru dan tumpukan ore nikel (dome).
Kemudian sebanyak 10 unit ekskavator, 12 unit dump truck, dan dua unit wales ditemukan bersiaga di lokasi.
Selain itu, terdapat indikasi pemindahan material ke fasilitas dermaga khusus (jetty), yang diperkuat oleh rekaman video warga tertanggal 25 Mei 2026 yang menunjukkan dump truck hilir mudik mengangkut material.
Menanggapi kedatangan aparat, Humas sekaligus Kuasa Hukum PT BBDM, Mustaqim, membantah adanya penambangan aktif. Ia berdalih bahwa kegiatan yang terlihat hanyalah perawatan infrastruktur.
"Kami menambang saat RKAB keluar. Namun, setelah muncul masalah itu, aktivitas kami hentikan. Saat ini hanya ada perbaikan jalan dan jembatan saja," klaim Mustaqim.
Namun, argumen tersebut dimentahkan oleh pihak kepolisian. Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Edi Raharjono, menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan personel Unit I untuk memastikan penghentian operasional secara total.
"Iya benar, personel Unit Satu turun ke lokasi PT BBDM dalam rangka meminta pemberhentian seluruh aktivitas," ujar Edi saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5).
Penghentian operasional ini merujuk pada surat resmi dari Bareskrim Polri Nomor: B/390/V/RES.5.5./2026/Bareskrim. Status status quo yang ditetapkan pada objek sengketa ini memaksa seluruh aktivitas harus dihentikan demi tiga tujuan utama:
- Mencegah Konflik: Meminimalisir potensi benturan sosial di masyarakat akibat sengketa pengelolaan tambang.
- Antisipasi Dampak Negatif: Menghindari kerusakan lingkungan atau kerugian lebih lanjut di area konsesi.
- Kelancaran Penyidikan: Menjamin proses hukum di Bareskrim Polri berjalan objektif tanpa adanya intervensi aktivitas di lapangan.
Polda Sultra menegaskan akan terus memantau lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada lagi kegiatan yang melanggar ketentuan status quo yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaSultra Miliki 15 Satuan Pendidikan Widyalaya, Terbanyak Kedua di Indonesia
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







